October 23, 2018

Hendropriyono Mundur, Perpecahan PKPI Kembali Muncul

PKPI (ist)


intelijen – AM Hendropriyono resmi pamit dari kursi Ketua Umum Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI). Ketum PKPI versi Kongres Hotel Cempaka, Haris Sudarno menyebut secara umum PKPI masih terjadi dualisme di tubuh partai.

Haris mengatakan, sebelum mundur dari dunia politik, Hendropriyono pernah mengatakan bahwa dirinya telah mengantar PKPI lolos dalam Pemilu 2019 dan berhasil menyatukan partai tersebut. Namun faktanya, kata Haris, dualisme masih terjadi.

“Kita semua tahu, Pak Hendro kan mau mengundurkan diri. Menurut Pak Hendro PKPI sudah bersatu, sudah selesai, sudah solid, padahal kenyataannya belum menyatu belum solid. Masih ada dualisme,” kata Haris saat jumpa pers di Kantor DPN PKPI, Jl Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Haris menjelaskan soal dualisme yang terjadi di partainya. Sejak selesainya Kongres Luar Biasa PKPI di Hotel Cempaka pada Agustus 2016 lalu, dirinya terpilih secara aklamasi sebaga ketua umum menggantikan posisi Isran Nur. Di saat itu juga, kata Haris, dirinya langsung melapor ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk mendapat pengesahan.

“Karena dalam aturannya seminggu setelah kongres harus melaporkan. Tapi tak kunjung disahkan,” kata Haris.

Selanjutnya, Haris dan pengurus yang dia bentuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) pada Oktober 2016. Dengan harapan SK kepengurusan bisa segera disahkan oleh Menkum HAM.

“Oktober 2016, kami mengajukan gugatan ke PTUN karena tidak kunjung tiba surat pengesahan itu. Padahal sudah dua bulan. Dan alhamdulillah, kemudian 21 Juni 2017, PTUN memutuskan bahwa gugatan kita itu diterima,” katanya.

Dikatakan Haris, dari 7 poin yang digugat, hanya 6 yang dikabulkan oleh PTUN. Satu poin yang tak bisa dikabulkan tersebut yakni meminta PTUN untuk mengesahkan kepengurusan di bawah kepemimpinan Haris.

Share Button

Related Posts