February 17, 2019

'Hacker' Coba Retas Twitter

ilustrasi


intelijen – Saham Twitter jatuh hampir 7 persen setelah perusahaan itu menginvestigasi lalu lintas (traffic) yang tidak biasa yang diperkirakan berasal dari peretasan yang disponsori oleh negara. Sebuah perusahaan keamanan juga menyebut bahwa peretas (hacker) mencoba menggunakan platform ini untuk mencuri data pengguna. Kesimpulan ini diambil dari isu yang berbeda dengan apa yang tengah diselidiki Twitter.

Dalam blognya Twitter menyebut bahwa mereka menemukan lalu lintas yang mencurigakan dari forum dukungan pelanggan. Twitter menyebut mereka tengah menyelidiki adanya bug yang menyebabkan terbukanya data pengguna berupa kode telepon dari negara pengguna dan detil mengenai akun yang terkunci. Menurut Twitter, bug ini telah diperbaiki per 16 November lalu.

Twitter mengamati membanjirnya lalu lintas ke situs layanan pelanggan berasal dari alamat IP pribadi dari China dan Arab Saudi.

“Untuk sementara kami tidak dapat mengonfirmasi tujuan atau atribusi untuk hal ini, kemungkinan sebagian dari alamat IP ini terkait dengan pelaku yang disponsori negara,” tulis Twitter, seperti dikutip Reuters.

Juru bicara perusahaan menolak untuk mengomentari soal saham Twitter yang mencatat penurunan terburuk mereka lebih dari dua bulan belakangan. Analis Wedbush, Michael Pachter, menuduh kalau pengumuman soal adanya peretasan ini meningkatkan kekhawatiran pengguna dan melukai pertumbuhan perusahaan.

“Jelas, peretasan ini merusak kepercayaan pengguna pada Twitter,” jelasnya.

Secara terpisah, pembuat software keamanan Trend Micro menyebut dalam blognya bahwa penyerang membuat dua cuitan pada Oktober untuk bertaruh untuk mecuri data dari mesin yang terinfeksi sebelumnya.

Peretas menyembunyikan instruksi di cuitan meme yang diam-diam memerintahkan perangkat untuk mengirimkan informasi, termasuk nama pengguna, gambar, dan konten lainnya. Twittwer menolak berkomentar atas laporan Trend Micro ini.

Share Button

Related Posts