May 25, 2018

Habib Novel Sebut Ahok Tak Butuh Nasihat soal Almaidah

Habib Novel Bamukmin


intelijen – Novel Chaidir Hasan Bamukmin hadir sebagai saksi pada persidangan atas Basuki T Purnama alias Ahok yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1). Novel mengaku membawa sejumlah data yang diserahkan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) yang menyidangkan perkara penodaan agama itu.

Novel yang ditemui usai bersaksi mengatakan, dirinya menyerahkan data untuk menepis dalih Ahok yang mengaku tak sengaja menista Islam. “Jadi alasan itu tadi sudah terbantahkan dengan data yang saya sampaikan,” katanya.

Pria yang sering dipanggil dengan sapaan Habib Novel itu juga mengaku menyerahkan buku karya Ahok dalam format e-book. Dalam buku berjudul Merubah Indonesia itu, di halaman 40 paragraf 1-4 ada tulisan Ahok yang sudah menyerang Surah Almaidah.

Selain itu, sambung Novel, gubernur DKI Jakarta berstatus nonaktif itu juga sudah menyerang Islam saat maju di pilkada ibu kota negara pada 2012 silam. Novel juga mengutip ulang pernyataan Ahok yang menyebut konstitusi di atas kitab suci.

“Itu yang saya sampaikan sebagai masukan untuk hakim bahwa pernyataan Ahok bukan hanya sekali,” katanya.

Novel juga mengaku mendapat pertanyaan dari penasihat hukum Ahok. Pertanyaannya adalah mengapa Novel tidak menasihati Ahok saja jika mantan bupati Belitung Timur itu terus menyerang Islam.

Tapi Novel punya jawaban tersendiri. Menurutnya, Ahok terus mengulangi perbuatannya sehingga tak butuh dinasihati lagi

“Tidak perlu dinasihati. Kalau Ahok mengucapkan sekali, maka saya menasihati. Tapi, sudah berkali-kali,” katanya.

Menurut dia, Ahok yang berkali-kali menyinggung Surat Almaidah 51. Sebelum berpidato soal Almaidah 51 di Pulau Pramuka jelang penghujung September 2016, Ahok juga sudah mengatakan hal serupa saat di kantor DPP Partai NasDem pada 21 September silam.

Dalam catatan Novel, ucapan Ahok soal Almaidah juga pernah terlontar pada 30 Maret 2016 di Balai Kota DKI Jakarta. “Kembali saya katakan bahwa kita ini bisa tabayyun, tapi bukan untuk seperti kejadian berkali-kali seperti Ahok yang mengulanginya lagi,” tambahnya.(jpnn)

Share Button

Related Posts