February 24, 2019

Guntur Romli: Prabowo Tong Kopong! Ustadz Hilmi: Amunisi Banyak, Prabowo bisa Permalukan Jokowi!

Prabowo Subianto dan Joko Widodo (bbc)


intelijen – Malam ini (17/01) menjadi ajang debat perdana Pilpres 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum ( KPU). Debat dimulai jam 20.00 WIB bertempat di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dipandu Ira Koesno dan Imam Priyono, debat perdana Pilpres 2019 ini akan mengangkat tema hukum, HAM, terorisme, dan korupsi.

Prediksi soal jalannya debat sudah menjadi topik hangat di sosial media sejak dua hari terakhir. Masing-masing kubu pendukung capres/cawapres terlibat perang opini jalannya debat.

Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli bersuara keras menakar kemampuan debat Prabowo. Menurut Guntur, Prabowo akan tampil berapi-api tetapi penuh kebohongan. Sementara Jokowi lebih tenang dan menguasai persoalan.

“#DebatPilpres2019 itu mudah ditebak, Prabowo yang berapi-api, tapi belepotan penuh kebohongan & hoax, Jokowi yang tenang tapi menguasai persoalan hingga ke soal tehnis & data, Prabowo tong kopong, Jokowi penuh isi merunduk seperti padi,” tulis Guntur Romli di akun Twitter @GunRomli.

Di sisi lain, pemikir Islam yang juga dai kondang Ustadz Hilmi Firdausi menegaskan bahwa pasangan calon presiden/wapres nomor urut 02 mempunyai “amunisi” yang banyak dan fresh. Amunisi itu bisa digunakan untuk mempermalukan paslon 01.

“Kelemahan lawan adalah amunisi dalam berdebat. Untuk Paslon 01, saya rasa amunisi lama masih dipakai untuk ‘menyerang’ 02. Nah, Paslon 02 punya amunisi buanyak banget & fresh, amat bisa digunakan untuk ‘mempermalukan’ 01 jika mau. Mungkin itulah jawaban dari kisi-kisi yang selama ini diperbincangkan,” tegas Ustadz Hilmi di akun @Hilmi28.

Dalam debat Pilpres 2019 perdana ini, berlaku ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. UU Pemilu mengatur sejumlah hal yang tidak boleh dibahas dalam debat. Misalnya, dilarang mempersoalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, bentuk NKRI, hingga membawa isu SARA.

Share Button

Related Posts