October 17, 2018

Gunakan Dalih Agresi Iran, Netanyahu Bujuk Prancis Lupakan Kesepakatan Nuklir

Benjamin Netanyahu. (ist)


intelijen – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mendesak Prancis untuk melupakan kesepakatan nuklir Iran dan mulai fokus pada apa yang dia sebut sebagai agresi Iran di kawasan. Desakan itu disampaikan saaat Netayahu melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis, Emanuel Macron di Paris.

Netanyahu bertemu Macron sebagai bagian dari tur untuk membujuk tiga negara peneken kesepakatan nuklir Iran di Eropa yakni Prancis, Inggris dan Jerman, untuk mengikuti Washington dalam mengejar sikap keras terhadap Iran dan mundur dari kesepakatan itu.

“Saya tidak meminta Prancis untuk mundur dari JCPOA, karena saya pikir itu pada dasarnya akan dibubarkan oleh beban kekuatan ekonomi,” kata Netanyahu, menggunakan nama resmi kesepakatan nuklir Iran, seperti dilansir Reuters pada Rabu (6/6).

“Jika Anda memiliki kesepakatan yang buruk, Anda tidak harus menepatinya, terutama jika Anda melihat bahwa Iran menaklukkan satu negara demi satu negara lain dan Anda tidak dapat memisahkan ini dari agresi Iran di kawasan,” sambungnya.

Sebelumnya, upaya Netanyahu untuk membujuk Jerman keluar dari kesepakatan nuklir Iran menemui jalan buntu. Jerman menegaskan bahwa mereka akan tetap bertahan di dalam kesepakatan itu.

Netanyahu meminta Jerman untuk keluar dari kesepakatan itu, saat dia melakukan pertemuan dengan Kanselir Angela Merkel di Berlin, kemarin. Pemimpin Israel itu beragumen bahwa kesepakatan yang dicapai tahun 2015 itu hanya menguntungkan Iran.

Namun, dalam sebuah pernyataan bersama, Merkel menyatakan bahwa pihaknya akan mempertahankan komitmen terhadap kesepakatan itu. Alasannya, kesepakatan ini adalah satu-satunya tameng untuk mencegah Iran menggembangkan senjata nuklir.

Share Button

Related Posts