August 20, 2018

Gubernur BI Ungkap Penyebab Rupiah Keok Lawan USD

Gubernur BI, Agus Martowardojo. (ist)


intelijen – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo akhirnya angkat bicara ikhwal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terus mengalami pelemahan beberapa waktu belakangan. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena faktor eksternal dimana optimisme investor terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) terus mengalami peningkatan.

Dia mengatakan, optimisme tersebut terjadi seiring berbagai data ekonomi AS yang terus membaik. Selain itu, turut dipengaruhi juga oleh tensi perang dagang antara AS dan China yang berlangsung selama tahun 2018 ini.

“Mata uang AS yang pada hari Jumat kemarin menguat tajam terhadap semua mata uang dunia, termasuk rupiah, pada hari Senin ini kembali mengalami penguatan secara meluas (broadbased),” katanya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Mantan Bos Bank Mandiri ini menuturkan, optimisme investor terhadap ekonomi negeri Paman Sam tersebut membuat yield US treasury bills meningkat dan hampir mendekati level psikologis 3,0%. Selain itu, kembali muncul ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanyak lebih dari 3 kali selama 2018.

“Kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS,” imbuh dia.

Sejalan dengan itu, pada hari Senin ini semua mata uang negara maju kembali melemah terhadap USD, antara lain JPY -0,25%, CHF -0,27%, SGD -0,35%, dan EUR -0,31%. “Dalam periode yg sama, mayoritas mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia, juga melemah,” tandasnya.

Share Button

Related Posts