August 17, 2018

GP Ansor Tidak Melarang Khalid Basalamah Berceramah, kecuali...

GP Ansor


intelijen – Ketua Gerakan Pemuda Anshor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan Anshor tidak melarang Khalid Basalamah berceramah di tempat ibadah mana pun, selain di Masjid Hasyim Asyari. “Ini seperti ada yang mau memancing persoalan saja,” kata Yaqut seperti dilansir Tempo, Minggu, 6 Mei 2018.

Yaqut melihat ceramah yang dilakukan Khalid Basalamah sering kali menyinggung amaliah yang dilakukan warga Nahdlatul Ulama (NU). Sedangkan, Masjid Raya Hasyim Asyari dibangun sebagai bagian dari penghormatan tokoh pendiri NU Hasyim Asyari, yang pengikutnya sering dibid’ahkan. “Kami menghargai perbedaan. Namun, jangan sampai Khalid Basalamah ceramah di tempat pendiri NU, yang pengikutnya sering dibid’ahkan.”

Bid’ah adalah perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Khalid Basalamah direncanakan memberikan siraman rohani untuk tabligh akbar yang digagas Tim Kajian Ilmiah Pegawai Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta pada Minggu, 13 Mei mendatang.

Tabligh akbar digelar untuk menyambut Ramadan 1439 H. di Masjid Raya Hasyim Asyari, Jakarta. “Kami menolak permohonan tempat untuk dakwah Khalid Basalamah.”

Sejak awal, kata Yaqut, ia telah meminta agar pengurus Dewan Kemakmuran Masjid menolak permohonan penyelenggara tabligh akbar yang akan mendatangkan Khalid. Masih banyak masjid lain untuk dijadikan tempat berceramah Khalid Basalamah.

Amaliah warga NU yang kerap dibid’ahkan di antaranya selamatan, ziarah kubur, mencium tangan kiai, minum air bekas kiai, dan lainnya. Padahal, ujar Yaqut, amaliah seperti itu diyakini warga NU sebagai amaliah yang lumrah namun diharamkan oleh Khalid.

“Dakwah, dakwah saja, tapi jangan menjelekkan kelompok yang tidak sepaham.” Menurut Yaqut, sebenarnya Ansor bersedia menerima penceramah dari aliran manapun. Baik dari wahabi atau salafi. “Asalkan dakwahnya santun kami akan terima.”

 

Sumber: Tempo

Share Button

Related Posts