November 13, 2018

GP Ansor: Pengibaran Bendera HTI Hari Santri "Sistematis"

GP Anshor/Okezone


intelijen – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menduga ada upaya yang sistematis dalam melakukan pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ketika perayaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2018 lalu.

Sekretaris Jenderal PP Gerakan Pemuda Ansor, Abdul Rochman mengatakan, pengibaran bendera HTI yang bertuliskan aksara Arab dengan warna dasar hitam juga ditemukan di beberapa daerah seperti di Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat dan Semarang.

“Ini menunjukkan dugaan bahwa ada aksi pengibaran bendera HTI yang dilakukan secara sistematis dan terencana,” kata Abdul di Gedung PP Gerakan Pemuda Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Sebelumnya Seperti dilansir dari Teropong Senayan, Wakil Ketua Umum MUI Prof. Yunahar Ilyas mengungkapkan, bahwa bendera yang dibakar tersebut adalah bendera tauhid yang menjadi bagian dari sejarah Islam, bukan bendera HTI. Karena tidak ada simbol HTI di bendera itu.

“Dalam perspektif MUI karena itu tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), maka kita menganggap itu kalimat tauhid,” ucap Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas di gedung MUI, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Yunahar menjelaskan, dalam sejarahnya, ada dua model bendera dengan kalimat tauhid. Yaitu Al-Liwa dengan latar belakang putih, dan Ar-Rayah dengan latar belakang hitam. Kedua bendera ini menjadi bagian dalam sejarah Islam dan mestinya tak dijadikan bendera ormas.

Meski begitu, MUI menyerahkan kasus ini kepada kepolisian untuk mengusut apakah ada pelanggaran hukum dalam kasus pembakaran bendera itu.

 

Sumber: Okezone/TeropongSenayan/Foto:Okezone

Share Button

Related Posts