May 24, 2018

GIA Mongolia, Dinas Intelijen Ala Jengis Khan



 

INTELIJEN.co.id – Dinas Intelijen Mongolia, GIA, bertanggungjawab pada keamanan nasional Mongolia sesuai dengan The Concept of National Security, UU Intelijen dan hukum yang berlaku. Meskipun memiliki catatan sejarah yang panjang secara operasional, pada dasarnya dinas intelijen ini berdiri secara de jure pada 1922. Sejak berdiri hingga kini, kontribusinya sangat besar terhadap kedaulatan dan keamanan Mongolia.

“Negara kecil yang memiliki sejarah luar biasa”. Kalimat ini layak dialamatkan kepada negara Mongolia. Mulanya Mongolia dikenal sebagai negara yang berbentuk kekaisaran. Menjadi pusat kekaisaran Mongol sejak abad ke-13.

Kemudian, pada abad ke-17 dikuasai dinasti Qing hingga akhirnya menjadi negara merdeka dari Tiongkok oleh bantuan Uni Soviet pada 1921, tentunya berhaluan komunis. Ketika Uni Soviet runtuh, Mongolia bertransformasi menjadi negara demokrasi.  

Disebut negara kecil, karena dari sisi jumlah penduduknya hanya berkisar 2 juta jiwa. Wilayahnya sebanding dengan Alaska dan sebagian besar tanahnya gersang, berupa padang rumput.

Bagaimana sejarah intelijen di negara ini? Intelijen di Mongolia memiliki sejarah panjang. Panjangnya catatan riwayat intelijen negara ini disebabkan oleh lamanya negara ini berada di bawah kekuasaan raja-raja. Beberapa rejim kekaisaran yang menguasai wilayah ini memiliki keterkaitan dengan operasi-operasi intelijen yang bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan.  

Keamanan negara menjadi perhatian tersendiri dari kekaisaran Mongolia waktu itu. Kaisar Jengis Khan dan para penerusnya berhasil melawan para musuh negara dan bangsa-bangsa asing dengan menyebarkan tentara intelijen. Kaisar sangat bergantung pada operasi-operasi intelijennya. Hal ini melahirkan sebuah indikasi kuatnya pengaruh dinas intelijen klasik di Mongolia.

Salah satu intel zaman Kaisar Jengis Khan adalah Shikhikhutug. Ia adalah salah satu dari sembilan ksatria yang memiliki karir cemerlang. Pada 1206 Masehi, kaisar menunjuknya sebagai ketua pengadilan.

Salah satu tugasnya adalah untuk menjaga kekaisaran dari segala bentuk ancaman. Motonya adalah ‘mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar’. Pada 1221 ia memimpin sebuah unit operasi pengintai musuh dan mendeteksi kekuatan militer dan gerakan di daerah-daerah kekuasaan.

Periode-periode berikutnya, pada 1911, dinas intelijen yang beroperasi menggalang dan menganalisis informasi digerakkan oleh beberapa departemen seperti, Departemen Luar Negeri, Departemen Dalam Negeri dan Departemen Militer.  

Sementara itu di tahun yang sama, setelah Revolusi Kemerdekaan Nasional, Mongolia membangun sistem keamanan pemerintahan yang secara aktif berjuang melawan krisis ekonomi, spionase dan agen-agen rahasia asing.

Intelijen Mongolia eksis di bawah payung komando GIA yang merupakan sebuah dinas intelijen yang bertanggungjawab pada keamanan nasional Mongolia sesuai dengan the Concept of National Security, UU Intelijen dan hukum yang berlaku.

Meskipun memiliki catatan sejarah yang panjang secara operasional, pada dasarnya dinas intelijen Mongolia berdiri secara de jure pada 1922. Sejak berdiri hingga kini, kontribusinya sangat besar terhadap kedaulatan dan keamanan bangsa.

Pada 3 Juli 1992 menjadi momen bersejarah bagi dinas intel ini karena pada waktu itu diberi kewenangan dalam memodernisasi dan mereformasi organisasi agar sesuai dengan kondisi dan situasi zaman sekarang.

Secara yurudis keberadaan GIA mengacu pada Konstitusi Mongolia, UU Keamanan, UU Dinas Intelijen, UU Operasi Intelijen dan undang-undang lain. Pada awal berdirinya, GIA hanya memiliki satu departemen, tiga unit, dan 14 petugas intel.  

Tiga unit yang dimaksud adalah Inttelligence Gathering Unit. Unit penggalang informasi intelijen ini bertugas mengumpulkan dan menyeleksi informasi intelijen, menyelidiki informasi dan menugaskan agen-agen rahasia.

Kedua, Unit Executive Unit bertugas melakukan penyelidikan. Dan terkahir adalah General Unit yang tugasnya untuk memerangi penyelundupan, mengeluarkan izin keluar perbatasan dan tugas-tugas administratif lainnya.

Dalam melaksanakan operasi intelijennya, GIA modern memegang prinsip menghormati konstitusi, memelihara hak asasi manusia dan kebebasan. Dari sisi manajemen, GIA mengoperasikan intel-intelnya dari kantor pusat, setia dan patuh dalam menjaga rahasia. Adapun cara-cara yang digunakan adalah menggabungkan metode operasi terbuka dan operasi rahasia.

Sesuai dengan namanya, Badan Intelijen Umum, maka GIA merupakan induk dari dinas-dinas intelijen yang ada di negara ini yang tujuannya adalah mengkoordinasikan operasi antar organ-organ intelijen lainnya, merumuskan dan melaksanakan kebijakan untuk memastikan keamanan nasional dengan cara-cara intelijen.

Kewajiban yang diemban dinas ini meliputi segala bentuk operasi yang membutuhkan sentuhan-sentuhan intelijen, operasi-operasi memerangi intelijen asing atau kontraintelijen, memerangi kejahatan yang bergerak secara sistematis. Dinas ini juga melakukan operasi terhadap kejahatan penyelundupan, mulai dari senjata hingga obat-obatan terlarang.

Tujuan dan Misi

Kejahatan bisa datang dari arah mana saja, internal maupun eksternal. Dan dapat pula dilakukan oleh siapa saja, baik warga negara sendiri maupun warga asing. Bentuk kejahatan itu pun dapat bermacam-macam, dari yang membahayakan maupun yang dapat dianggap sepele.

Tapi, GIA tidak memandang siapa pelaku, dari mana datangnya dan apa pula bentuknya. Hal terpenting adalah bagaimana mendeteksi kejahatan itu sedini mungkin, kemudian mencegahnya.

Semua jenis kejahatan yang dapat mengancam dan membahayakan keamanan nasional menjadi ladang operasi GIA. Adapun goalnya cuma satu yaitu mewujudkan stabilitas nasional.  

Stabilitas yang dimaksud adalah untuk menegakkan hukum, mendukung kebijakan negara dalam menjalankan roda pemerintahan. Untuk tujuan ini GIA melayani pemerintah dengan menyediakan informasi yang akurat, valid dan up to date.

Adapun misi GIA adalah untuk menciptakan keamanan dan melindungi setiap kepentingan nasional. Upaya itu dilakukan dengan cara mengidentifikasi informasi yang bertujuan untuk mencegah terhadap potensi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. (repro INTELIJEN)

Share Button