October 23, 2018

Ghurka, Pasukan Elit Singapura yang Akan Amankan KTT Trump-Kim

Ghurka, Pasukan Elit Singapura


intelijen – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un yang akan digelar pada 12 Juni mendatang merupakan sebuah peristiwa penting yang banyak menarik perhatian dunia. Untuk itu, Singapura selaku tuan rumah menerjunkan pasukan khususnya demi memastikan keamanan selama KTT tersebut.

Dilaporkan Reuters, Selasa (5/6/2018), Trump dan Kim akan dilindungi oleh para pejuang dari salah satu suku paling tangguh di dunia, para Gurkha dari Nepal, selama pelaksanaan KTT.

Menurut para diplomat yang mengetahui detail keamanan bagi tokoh-tokoh penting (VIP) di Singapura, meski kedua pemimpin akan membawa tim keamanan pribadi mereka sendiri, polisi elit Singapura, termasuk Kontingen Gurkha, akan turut mengamankan tempat pertemuan, jalan dan hotel di negara kota itu.

Pasukan Ghurka yang biasanya tidak banyak terlihat di Singapura, lebih banyak terpantau pada akhir pekan lalu saat mereka mengamankan Hotel Shangri-La yang menjadi lokasi konferensi keamanan yang dihadiri oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis.

Unit pasukan khusus yang direkrut oleh Kepolisian Singapura dari perbukitan Nepal, mengenakan rompi anti peluru, senapan serbu buatan Belgia, FN SCAR, dan pistol di kakinya pada konferensi tersebut. Banyak pakar keamanan yang menilai bahwa event ini merupakan sebuah gladi resik untuk KTT Kim dengan Trump.

Satu hal yang unik, dengan semua perlengkapan dan persenjataan yang mereka bawa, para Ghurka tidak bersiap untuk bertempur tanpa kukri, pisau melengkung yang merupakan senjata tradisional mereka. Menurut adat dari para Ghurka, pisau kukri harus mendapat darah setiap kali ditarik dari sarungnya.

“Mereka adalah salah satu yang terbaik yang dapat ditawarkan Singapura, dan saya yakin mereka akan terlibat (pada KTT),” kata Pakar Angkatan Bersenjata Singapura dari International Institute for Strategic Studies (IISS), Tim Huxley.

“Mereka tetap merupakan kekuatan penting di garis depan, dan tuntutan dari jenis acara ini adalah jenis operasi khusus untuk ditangani Ghurka,” tambahnya.

Huxley mengatakan Gurkha telah lama terbukti menjadi aset bagi pemerintah Singapura, memberikan kekuatan netral dalam negara kota yang memiliki beragam etnis, termasuk perlindungan VIP dan anti-huru hara. Data Imbangan Militer IISS menyebutkan terdapat 1.800 Ghurka yang bertugas di kepolisian Singapura di enam kompi paramiliter.

Share Button

Related Posts