December 11, 2018

Gedung Putih Sebut Iran Gagal Sembunyikan Program Senjata Nuklir

Gedung Putih AS


intelijen – Amerika Serikat (AS) percaya temuan terbaru Israel menegaskan bahwa Iran telah gagal menyembunyikan program senjata nuklirnya. Demikian pernyataan Gedung Putih, Selasa (1/5/2018).

Pada hari Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam presentasi di Tel Aviv menunjukkan slide dan video yang diklaim bahwa Teheran memiliki program pembuatan bom nuklir yang dirahasiakan. Netanyahu menyatakan, Iran melanggar komitmennya untuk mempertahankan program nuklir damai.

“Tentang pengumuman Israel yang terkait dengan pengembangan senjata nuklir Iran. Fakta-fakta ini konsisten dengan apa yang sudah lama diketahui Amerika Serikat; Iran memiliki program senjata nuklir rahasia dan kuat yang telah dicoba dan gagal disembunyikan dari dunia dan dari rakyatnya sendiri,” bunyi pernyataan Gedung Putih yang diunggah di Twitter via akun @WhiteHouse.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan pada Senin malam bahwa arsip yang diperoleh Mossad dan dibeberkan Netanyahu adalah dokumen otentik. Menurutnya, dokumen itu menunjukkan bahwa Iran sedang mengejar program senjata nuklir rahasia yang melanggar perjanjian internasional.

“Teheran terus menimbun bahan untuk beberapa tujuan dan menyimpan dokumen-dokumennya yang berkaitan dengan ‘Project Amad’ karena suatu alasan,” ujarnya.

“Saya secara pribadi telah meninjau banyak file Iran. Pejabat nonproliferasi dan intelijen kami telah menganalisis puluhan ribu halaman dan menerjemahkannya dari bahasa Farsi (Persia). Pekerjaan analitis ini akan terus berlanjut selama berbulan-bulan. Kami menilai bahwa dokumen-dokumen yang kami ulas adalah asli,” katanya.

“Dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa Iran memiliki program senjata nuklir rahasia selama bertahun-tahun. Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir dan sistem pengiriman rudal. Iran menyembunyikan arsip atom yang sangat besar dari dunia dan dari IAEA (Badan Energi Atom Internasional) hingga hari ini,” imbuh Pompeo.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, presentasi Netanyahu seperti waktu yang terkoordinasi, yakni pernyataan intelijen Israel yang dia sebut “bocah menangis serigala” sesaat sebelum 12 Mei ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan menarik diri Washington dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

Zarif mengatakan Netanyahu tidak terpengaruh oleh “kegagalan kartun” di Majelis Umum PBB. Komentar itu mengacu pada presentasi PM Israel tersebut pada tahun 2012 yang menggunakan kartun grafik bom nuklir Iran.

Share Button

Related Posts