October 23, 2018

Gatot Nurmantyo Bisa Wujudkan Indonesia Bermartabat

Gatot Nurmantyo/Intelijen


intelijen – Belum ada partai politik yang secara terbuka menyampaikan akan mengusung Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pilpres mendatang. Meski begitu, jumlah kelompok relawan pendukung mantan Panglima TNI itu terus bertambah.

Ada Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN), Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR), Militan GN, Relawan Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad), dan Go-Sakti alias Gatot Nurmantyo Satukan Hati. Ketua Relawan Go-Sakti, Lutfhie Eddy S, menyampaikan alasan kenapa banyak pihak termasuk dirinya mendukung Gatot.

“Saat ini ekspektasi dan harapan masyarakat menginginkan sosok baru kepemimpinan nasional yang mampu menjawab tantangan kedepan. Dan GN adalah sosok yang paling tepat sesuai kebutuhan,” kata melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Minggu (22/4).

Dikatakan dia, GN memahami geo politik dan ekonomi sekaligus sangat paham tentang proxy war berikut ancamanya yang sangat kompleks. Selain itu, sosok GN dibutuhkan karena dia pemimpin yang mampu mengayomi semua golongan, etnis, suku dan agama.

“Terlebih GN terbilang sangat mumpuni dan matang dilihat dari pengalaman memimpin sebuah organisasi dari jenjang terbawah hingga sukses menjadi Panglima TNI,” kata Luthfie.

Luthfie mengungkapkan dirinya pernah berbincang dengan GN dan meyakini kapasitas GN sebagai the rising star yang bisa menjadi pemimpin besar RI. Dia juga menekankan tak sedikit yang yakin GN mampu memimpin Indonesia lebih bermartabat, khususnya dikaitkan dengan kebijakan pemerintah sekarang yang ditengarai pro asing dan aseng.

Luthfie menekankan secara konstitusional presiden 2019 harus diganti demi tegaknya demokrasi dan pembangunan nasional yang berkeadilan dan bermartabat. Segudang janji pemerintah sekarang di bawah Joko Widodo dinilainya tidak terealisasi. Misalnya, hutang luar negeri yang malah makin membengkak yang tentu akan semakin membebani ekonomi rakyat kedepan, target kemandirian pangan tapi dibarengi dengan kebijakan kontroversial impor beras, garam dan isu ekpansi tenaga kerja asing/TKA.

“Bersama GN kita akan memulai membangun jiwa dan raga bangsa Indonesia, sebelum membangun sektor lainya. Relawan Go-Sakti bergerak mandiri dengan memanfaatkan jaringan anggautanya di berbagai kalangan, profesional, intelektual, penggerak dan relawan militan,” tukas Luthfie.

Share Button

Related Posts