March 27, 2019

Frans Lingua Semprot Abdillah Toha: Jika Prabowo Menang, tak Ada Pembodohan Masif

Abdillah Toha (ist)


intelijen – Nama politisi gaek Abdillah Toha kembali disebut-sebut. Bersama tokoh liberal Goenawan Mohamad dan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) lainnya, Abdillah mendesak Amien Rais mundur dari PAN.

Bahkan menurut pengakuan Goenawan Mohamad (GM), Abdillah Toha lah yang menulis surat terbuka mendesak Amien Rais mundur dari dunia politik.

Politisi Partai Demokrat Mohamad Husni Thamrin memberikan catatan terkait sepak terjang para pendiri PAN yang sekarang mendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin itu. “Yang menyurati memang para pendiri yang sudah berada di kubu Jokowi,” tulis Thamrin di akun Twitter @monethamrin.

Di akun Twitter @AT_AbdillahToha, Abdillah Toha kerap “menyerang” sosok capres nomor urut dua Prabowo Subianto.

@AT_AbdillahToha menyerang pribadi Prabowo yang mengingatkan Indonesia akan punah jika dipimpin secara asal-asalan. “Masya Allah. Di bumi pertiwi masih ada manusia seperti ini. Capres lagi. Masih ada yang mendengarkan dan mendukung? 73 tahun lebih sejak merdeka tanpa dia kok kita belum punah ya…Atau barangkali harus dibaca kebalikannya?” tulis @AT_AbdillahToha pada 18 Desember 2018.

Terakhir, @AT_AbdillahToha mengomentari video pidato bersemangat Prabowo Subianto di Cirebon pada Maret 2018. “Kebayang tidak apa jadinya negeri ini kalau dia menang?” tulis @AT_AbdillahToha.

Musisi kondang yang juga awak band Lingua, Frans Mohede, menentang pertanyaan Abdillah Toha tersebut. “Dia @prabowo !! Kalau dia menang, bangsamu ini akan berdaulat di tanahnya, tidak ada kebohongan, tidak ada pembodohan masif, tidak ada revolusi mental. Sebelum mental, sinkronisasi otak dan hati yg akan dibenahinya. Kebayang sih..,” jawab Frans Lingua di akun @francmohede.

Selepas dari PAN, Abdillah Toha mengaku akan tetap memilih Jokowi untuk Pilpres 2019. Memilih Jokowi ketimbang Prabowo Subianto adalah keputusan guna menjaga Indonesia dari tirani.

Pendiri group penerbit Mizan ini juga menegaskan akan memilih caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Abdillah menilai PSI bisa benar membawa pembaruan, tidak mengikuti jejak partai-partai pendahulunya yang sudah karatan, demi Indonesia dan demokrasi yang lebih baik.

Share Button

Related Posts