October 23, 2018

“Fokus Hanya Soal Perebutan Kantor, Megawati dan PDIP Abai Kerusuhan Sore Hari Kudatuli 1996”

Megawati Soekarnoputri (tempo)


intelijen – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hanya fokus soal perebutan kantor PDI dengan kubu Suryadi karena terkait kepentingan PDIP. Megawati dan PDIP abai soal kerusuhan yang muncul sore hari (27/07/1996), yang juga memakan korban rakyat dan merugikan rakyat kecil.

Penegasan itu disampaikan politisi Demokrat Muhammad Husni Thamrin di akun Twitter @monethamrin menyikapi pengaduan PDIP yang menuntut dituntaskannya kasus pelanggaran HAM berat Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) 1996.

Megawati dan PDIP hanya fokus pada soal kantor karena terkait kepentingan partai mereka saja, tapi abai tentang kerusuhan yang muncul pada sore hari, yang juga memakan korban rakyat dan merugikan rakyat kecil #Kudatuli27Juli,” tulis @monethamrin.

Menurut Thamrin, Kudatuli 1996 terbagi dalam dua babak. Pertama, perebutan kantor yang terjadi pada subuh hingga pagi hari. Kedua, aksi massa sesudahnya, disusul kerusuhan, pembakaran bangunan yang menyebabkan korban luka dan meninggal.

Dalam hal ini, Thamrin mempernyatakan sikap Megawati yang sempat menjadi Presiden RI, tidak pernah membuka dan menuntaskan “babak kedua” kerusuhan sore hari itu. “Mengapa PDIP hanya terfokus pada soal perebutan kantor? Saat menjadi wakil presiden maupun Presiden Megawati tidak pernah membuka dan menuntaskan babak kedua 27 Juli, yaitu kerusuhan dan pembakaran yang terjadi sore hari,” tegas @monethamrin.

Untuk itu Husni Thamrin meminta Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto untuk bertanya ke Megawati, tanpa perlu mendatangi kantor Komnas HAM.

“Hasto dan PDIP harus ditanya kenapa sekarang repot-repot ke Komnas HAM mengadu soal 27 Juli, tidak bertanya pada Megawati, kenapa dahulu 5 tahun berkuasa tidak menuntaskan benar perkara 27 Juli dan kerusuhan yang terjadi?” tanya @monethamrin.

Soal nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dibawa-bawa PDIP ke Komnas HAM, Thamrin menegaskan bahwa SBY telah diperiksa dan dinyatakan tidak bersalah.

“Sekarang PDIP melaporkan kembali dan bawa nama SBY ke Komnas HAM. Mereka lupa terkait kasus tersebut SBY telah diperiksa dan dinyatakan tidak bersalah. Saat itu SBY hanya Kasdam, mengapa tidak ditanya komandan Kodam Jaya saat itu?” tulis @monethamrin.

Share Button

Related Posts