April 21, 2018

Februari 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Turun jadi Rp 4.907 Triliun

Ilustrasi (ist)


intelijen – Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2018, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 356,23 miliar atau setara dengan Rp 4.907 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini turun dibanding bulan sebelumnya atau Januari 2018 yang tercatat mencapai USD 358,25 miliar.

Namun demikian, posisi utang per Februari 2018 ini terbilang naik jika dibandingkan Februari 2017 yang hanya USD 325,42 miliar.

Dikutip dari data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 356,23 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.

Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri tercatat mencapai USD 177,85 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,54 miliar. Total utang keduanya adalah USD 181,39 miliar. Total utang ini tercatat turun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 183,39 miliar.

Sedangkan, porsi utang swasta tercatat sebesar USD 174,83 miliar. Angka utang ini turun tipis jika dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 174,86 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang lembaga keuangan dan lembaga non keuangan.

Utang lembaga keuangan terbagi menjadi utang perbankan sebesar USD 30,72 miliar dan lembaga keuangan non-bank sebesar USD 10.54. Total utang lembaga keuangan tercatat menjadi USD 41,26 miliar.

Sedangkan untuk utang bukan lembaga keuangan atau non financial corporation tercatat sebesar USD 133,57 miliar.

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri di Februari 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Februari 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers.

Berdasarkan jangka waktu, struktur utang luar negeri Indonesia pada akhir Februari 2018 tetap didominasi utang berjangka panjang yang memiliki pangsa 85,5 persen dari total.

“Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran utang ini dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” mengutip keterangan resmi Bank Indonesia.
Sumber: Merdeka

Share Button

Related Posts