December 12, 2018

Fahri Hamzah Sebutkan 5 Tuntutan Aksi Bela Pertamina yang Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN

Rini Soemarno (katadata)


intelijen – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah turut melaporkan jalannya aksi demontrasi serikat pekerja Pertamina yang menolak akuisisi PT Pertagas oleh PGN, Jumat (20/7/2018), di depan Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.

Melalui kicauan di akun Twitter @FahriHamzah, ia mengungkapkan bahwa pada pukul 7.50 WIB massa aksi berada di halaman Kantor Pertamina di Jalan Medan Merdeka Timur.

Menurut kicauan Fahri, ada sekitar 500 orang dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

Sementara pada pukul 08.00 WIB, massa aksi yang berkumpul mencapai sekitar 1.000 orang.

Fahri juga menyebutkan 5 tuntutan yang diajukan oleh peserta aksi.

1. Menolak akuisisi Pertagas oleh PGN

2. SK Menteri BUMN No. 39/2018.

3. Menolak Permen ESDM No. 23/2018.

4. Menolak Perpres No. 43/2018 (Revisi PP 191/2014).

5. Menuntut Menteri BUMN mundur dari jabatanya.

Diberitakan Kompas.com, PT Perusahaan Gas Negara tbk (PGN) telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Pertamina.

Penandatanganan CSPA antara Pertamina dan PGN merupakan kelanjutan dari proses integrasi PGN untuk mengakuisisi Pertagas.

Hal ini sebagai tindak lanjut pendirian holding BUMN migas pada 11 April 2018.

“Satu demi satu tahapan proses integrasi antara PGN dan Pertagas ini kami lalui dan pada hari ini kami mencatatkan sejarah baru dengan penandatanganan CSPA,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama melalui keterangan tertulis, Jumat (29/6/2018).

Dengan penandatanganan CSPA ini, PGN menjadi pemilik mayoritas saham Pertagas sebanyak 51 persen.

Melalui integrasi ini, holding BUMN Migas diharapkan menghasilkan sejumlah manfaat.

Di antaranya, menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, serta meningkatkan kinerja keuangan holding BUMN migas.

Selain itu, akusisi ini mampu meningkatkan peran holding migas dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia serta menghemat biaya investasi dengan tidak terjadinya lagi duplikasi pembangunan infrastruktur antara PGN dan Pertagas.

Sumber: tribunnews

Share Button

Related Posts