December 13, 2018

Fahri Dilarang Ceramah di UGM, Ditekan Istana?

Fahri Hamzah


intelijen – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku dilarang ceramah di kampus Universitas Gajah Madja (UGM) saat diundang menjadi pembicara di Yogyakarta pada 22-23 Mei 2018. Ia menduga larangan tersebut lantaran adanya tekanan Istana kepada pihak rektorat.

“Main breidel atau larangan itu fitur-fitur ‘kampungan’. Karena di zaman digital milenial sekarang ini, maka breidel sudah tak ada gunanya lagi,” kata Fahri ketika menjadi narasumber dalam Silaturahmi Reformasi yang diselenggarakan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Fahri menyebut UGM membatalkannya menjadi penceramah lantaran ada tekanan dari Istana. Tekanan disampaikan kepada rektor dan kemudian diteruskan ke pengurus masjid.

“Saya kemarin ini dari UGM Yogyakarta, paginya saya ketemu Sultan bicara cukup panjang, sangat akrab. Setelah itu ada acara di Universitas Islam Indonesia (UII) buka puasa bersama, nah harusnya saya memberikan ceramah tarawih di UGM Yogjakarta. Tapi, rektornya ditekan oleh pihak Istana, sehingga rektornya menekan masjidnya. Masjidnya minta maaf ke saya,” beber Fahri.

Ia mengaku heran dengan tindakan yang dilakukan pihak Istana yang melarang kampus menggelar acara yang menghadirkan dirinya.

“Dan lebih konyolnya lagi, apa masih ada gunanya larangan? Ini saya ngomong lagi di-streaming. Lebih dari 2 juta setengah orang nonton. Mau di kampus atau dimana pun, bisa ditonton jutaan orang. Tapi Istana ini, dengan mentalitas jadulnya itu melarang. Apa sih pikirannya itu? Jadi mereka anggap masih ada gunanya yang namanya breidel dan larangan itu,” teriak Fahri.

Padahal, menurut pendiri KAMMI ini, media sosial (medsos) sekarang ini melekat di tangan setiap orang dan bisa memviralkan dirinya dengan caranya sendiri, tanpa bisa dilarang-larang.

“Tapi kok masih bisa dilarang-larang? Orang menulis status, ditangkap. Bung Ahmad Dhani, salah satunya menulis di twitter ditangkap. Saya dengar katanya, Twitter-nya yang followers-nya 2,7 juta diambil alih dengan paksa,” pungkasnya.
Sumber: TeropongSenayan

Share Button

Related Posts