March 25, 2019

Facebook Paksa Karyawan Pura-Pura Bahagia

Facebook


intelijen – Facebook dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi yang memiliki budaya kerja menyenangkan. Namun dari laporan sejumlah mantan karyawan, kondisi kerja di perusahaan tersebut ternyata tidak semenyenangkan yang dibayangkan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (9/1/2019), salah satu yang membuatnya tidak menyenangkan adalah para pekerja selalu diminta untuk tampil meyakinkan bahwa Facebook merupakan tempat kerja yang dicintai.

“Budaya sebenarnya (di Facebook) adalah tidak peduli buruknya kondisimu, kamu harus terlihat menyukai tempat ini. Hal itu tidak baik, ini bukan tempat kerja yang baik,” tutur salah seorang karyawan yang mundur pada Oktober 2018.

Selain itu, setiap individu juga dipaksa untuk menjalin pertemanan dengan rekan-rekan dalam setiap kesempatan. Alasannya, Facebook memiliki sistem penilaian karyawan yang didasarkan pada ulasan rekan-rekan kerja tersebut.

“Sistem ini mirip dengan kontes popularitas,” ujar salah seorang manager yang keluar perusahaan pada 2017.

Nantinya, ulasan tersebut akan dikirimkan ke manager secara anonim dan biasanya tidak dapat ditentang lagi.

Lebih lanjut mantan karyawan tersebut mengungkap ulasan yang buruk tentang seseorang akan menghantui seluruh hari-harinya di Facebook. Tidak hanya itu, sejumlah karyawan yang tidak menghadiri kegiatan di luar kantor kadang juga mendapat ulasan buruk.

“Manager saya memberi ulasan buruk karena tidak menghadiri event pembentuk tim yang dilakukan di luar kantor, tapi saya tidak dapat datang karena memiliki masalah pribadi dan membutuhkan keseimbangan dalam kehidupan kerja,” tutur salah satu karyawan.

Ironisnya, kehidupan kerja semacam itu kerap ditutupi dengan unggahan menarik yang dipampang di laman Facebook karyawan. Biasanya, para karyawan itu mengunggah mengenai dampak positif Facebook termasuk sejumlah proyek perusahaan.

“Itu merupakan bagian dari penilaian sekaligus menarik perhatian para manager. Jadi, banyak karyawan sangat memperhitungkan relasi yang dibangun di Facebook termasuk kerja sama yang dilakukannya,” tutur karyawan yang pergi pada 2016.

Share Button

Related Posts