December 15, 2018

Facebook Masih Belum Sanggup Atasi Konten Negatif

Facebook


intelijen – Selain kasus penyalahgunaan data yang masih belum usai, Facebook sebenarnya masih memiliki isu lain yang tak kalah penting, terutama untuk di Indonesia, yakni konten yang beredar di platform-nya.

Seperti diketahui, platform Facebook sering digunakan sebagai sarana penyebaran konten negatif, seperti hoax atau kabar palsu. Karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut isu ini menjadi salah satu perhatian saat bertemu dengan perwakilan Facebook di Jakarta.

“”Facebook itu baru bisa memenuhi 50 persen dari permintaan (penuruan konten negatif), tapi sekarang sudah naik 68 persen. Jadi, masih ada pekerjaan rumah, bagaimana meningkatkannya. Ini bagian dari evaluasi penilaian Kemkominfo terhadap Facebook dalam penanganan konten negatif,” ujarnya menjelaskan.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Facebook disebut sebagai media sosial yang kurang kooperatif terhadap manajeman konten negatif. Awal bulan ini, penindakan Facebook terhadap konten yang bertentangan dengan aturan di Indonesia tidak memenuhi ekspektasi.

“Saya harus sampaikan media sosial itu enggak kooperatif-kooperatif amat. Dari sembilan penyedia platform, tiga di antaranya hanya memenuhi 50 persen permintaan dari pemerintah (soal pengelolaan konten),” tuturnya.

Karena itu, ia mengatakan Kemkominfo selalu berlandaskan data dan statistik saat berencana untuk menutup penyedia platform. Ia menuturkan dirinya tak punya intensi pribadi untuk begitu saja menutup penyedia platform yang ada di Indonesia.

“Facebook itu masuk yang tak patuh. Sementara ada dua lagi yang besar-besar,” tuturnya menjelaskan.

Berdasarkan data yang sebelumnya sempat diungkap Kemkominfo, dua layanan lain yang terbilang tak patuh adalah Telegram dan Google.

Berdasarkan data yang diungkap Kemkominfo, sembilan platform yang dimaksud adalah Facebook+Instagram, Twitter, Google+YouTube, Telegram, Line, BBM, Bigo, Live Me, dan Metube.

Dari data itu, Facebook ditambah Instagram memang memiliki tingkat kepatuhan yang tak terbilang besar.

Share Button

Related Posts