October 19, 2018

Elektabilitas Jokowi Jeblok, PDIP: Lembaga Survei Ines Propaganda Gerindra

Eva Kusuma Sundari (ist)


intelijen – Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari tak percaya dengan hasil survei yang dirilis Indonesia Network Election Survei (INES).

Dalam survei tersebut, elektabilitas Joko Widodo jauh di bawah elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Ini masalah internal INES tuh, kita berpegang pada lembaga-lembaga yang kredibel saja dan reputasinya akuntabel. So far, mereka relatif sama temuannya,” kata Eva saat dihubungi, Senin (7/5/2018).

Eva mengatakan, data yang kemarin dirilis INES merupakan data anomali dan banyak erornya. Bahkan, kata dia, berdasarkan keterangan mantan Direktur INES, lembaga survei tersebut merupakan alat propaganda Partai Gerindra.

“Ada pengakuan dari bekas direktur bahwa INES kan alat propaganda dari Gerindra. Jadi tentu pembahasan hasil survei tidak bisa pakai logika akademik, karena tujuannya politis, kepentingan subyektif dari Gerindra. Alias nggak ilmiah,” katanya.

Apalagi, lanjut Eva, INES bukanlah lembaga survei yang tergabung pada asosiasi lembaga survei, seperti PERSEPI yang legal di mata Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Padahal menurut peraturan KPU, lembaga survei boleh merilis survei jika terikat ke perhimpunan lembaga survei sehingga bisa dikontrol oleh Dewan Etik PERSEPI. Lagipula masak menurut survei mereka nggak ada undecided voters. Semua responden sudah punya pilihan ke Capres,” tutur Eva.

Seperti diketahui, berdasarkan survei INES, elektabilitas Jokowi hanya 27,7 persen, sedangkan elektabilitas Prabowo Subianto mencapai 50,2 persen, disusul oleh Gatot Nurmantyo 7,4 persen, dan tokoh lain 14,7 persen.

Share Button

Related Posts