May 24, 2018

Duh! Saat Rakyat Dicekam Aksi Teroris, Diam-diam Kemendag Malah Masukkan Beras Impor

Enggartiasto Lukito (ist)


intelijen – Pihak Pemerintah akhirnya mengakui telah menerbitkan kebijakan impor beras tambahan sebanyak 500 ribu ton. Izin impor tahap kedua itu diputuskan berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rekortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Kami telah menerbitkan persetujuan izin impor untuk 500 ribu ton tahap kedua,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan seperti dikutip katadata (15/05).

Kebijakan ini menuai reaksi keras. Praktisi hukum senior Arman Garuda Nusantara menyebut upaya itu sebagai cari kesempatan dalam kesempitan.

“Saya baca kemarin totalnya ada 500 ribu ton. Hebat yaa… Disaat semua kasak-kusuk dengan Isu Terorisme, ehhh Kemendag dan Bulog malah memasukan Beras Impor. Luar biasa ini cari kesempatan dalam kesempitan… Cc: @Fahrihamzah @fadlizon,” tulis Arman di akun Twitter @armangn8.

Secara khusus Arman mengomentari tulisan bertajuk “Pemerintah Akui Ada Tambahan Impor Beras 500 Ribu Ton”. “Giliran ketahuan baru ngaku sebelumnya kemana saja kok tidak disampaikan ke publik bahwa Pemerintah akan membuka keran Impor Beras? Hebat yaa di saat Rakyat kasak-kusuk dengan urusan Teroris, diam-diam Beras Impor masuk saja ke Indonesia,” tegas ‏@armangn8.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, sempat mempertanyakan alasan di balik kabar tambahan impor beras sebesar 500 ribu ton. Pasalnya, panen raya padi yang terjadi saat ini dinilai telah meningkatkan ketersediaan pasokan beras di gudang Bulog dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Kementerian Pertanian melarang kebijakan impor beras dengan pertimbangan stok beras yang ada saat ini.

Share Button

Related Posts