February 24, 2019

Duaarr! Dukung Prabowo, IDI dan JDN: Penghasilan Dokter di Bawah Tukang Cukur dan Tukang Parkir

Tompi dan Basuki Tjahaja Purnama (detik)


intelijen – Pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal penghasilan dokter lebih kecil dari tukang parkir terus digoreng kubu capres petahana Joko Widodo.

“Dokter-dokter harus mendapat penghasilan yang layak. Sekarang banyak dokter kita gajinya lebih kecil dari tukang jaga parkir mobil,” tegas Prabowo dalam pidato ‘Indonesia Menang’ yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) (14/01).

Mantan politisi PAN Abdillah Toha menyebut pernyataan Prabowo itu bohong. “Penghasilan dokter lebih rendah dari tukang parkir. Stok beras Bulog hanya cukup untuk 15 hari. Semua BUMN menderita rugi. Selang cuci darah di RSCM dipakai ulang 40 kali. Kalau mau bohong mbok ya yang lebih cerdas,” tulis politisi gaek yang kini mendukung Jokowi itu di akun Twitter @AT_AbdillahToha.

Sejatinya, pernyataan Prabowo soal penghasilan dokter itu sudah dibenarkan oleh Ketum ujar Ketum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih. Faqih menegaskan bahwa masih banyak dokter bergaji di bawah tiga juta per bulan.

“Bisa jadi seperti itu, karena saya tidak tahu persis berapa pendapatan (tukang) parkir. Yang saya tahu, dari info yang disampaikan oleh teman-teman dokter di berbagai daerah, masih banyak dokter yang pendapatannya masih di bawah Rp 3 juta,” ujar Daeng M Faqih, kepada wartawan (14/01).

Sebelumnya, penyanyi yang juga dokter‏ Teuku Adifitrian alias Tompi di akun Twitter @dr_tompi menulis: “Mungkin yang dimaksud Prabowo : gaji dokter lebih rendah dari tukang parkir adalah dokter yang bekerja sebagai asisten tukang parkir.”

Belakangan, setelah ada klarifikasi dari IDI, @dr_tompi menulis: “Gaji itu : kumpulan pendapatan.
Bayaran per pasien itu : pendapatan per kejadian. Menelan kalimat itu aja pasukan medsos Wowo gak sanggup…pantes gampang banget ketipu hoaks. Memang , jasa per service BPJS terhadap dokter itu masih rendah, dan itu saya kritisi. Akan tetapi pendapatan total bulanannya masih lumayan ketimbang tukang prkir. Kenapa fee per service dr masi rendah??? Krn pelaksanaaan lapangan bpjs blum seperti yg diharapakan. Faktornya apa saja??? Banyakkk.”

Kesaksian Tompi itu akhirnya terbantahkan setelah chairman of Junior Doctor Network (JDN) Indonesia Andi Khomeini Takdir Haruni memaparkan data lengkap hasil survei kesejahteraan dokter. Andi mengakui, penghasilan dokter banyak yang di bawah tukang cukur dan tukang parkir.

“Kami akan segera aplot hasil survei kesejahteraan dokter umum. Banyak yang di bawah tukang cukur dan tukang parkir memang. Siap-siap ya. Mohon bantuan like, RT, comment, share, dan mention ke seluruh stakeholder. Mari bersama jaga kesehatan #JagaNKRI,” tulis Andi di akun @dr_koko28.

Share Button

Related Posts