January 16, 2019

Doni Monardo Batal Dilantik jadi Kepala BNPB, Jubir Demokrat: Ada Apa Denganmu Jokowi?

Doni Monardo dan Joko Widodo (ist)


intelijen – Mantan Danjen Kopassus Letjen Doni Monardo hari ini (02/01) batal dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Doni akan menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei yang sudah menjabat sejak 7 September 2015.

Kabar yang beredar pelantikan Doni ditunda karena Presiden Joko Widodo harus melakukan kunjungan ke Lampung.

Banyak pihak menyesalkan penundaan tersebut mengingat undangan pelantikan sudah beredar. Komunikator Partai Demokat Ferdinand Hutahaean menyesalkan penundaan pelantikan mantan Pangdam Siliwangi itu.

“Letjend TNI Doni Munardo ini Jendral senior, cerdas dan berprestasi. Sosok yang harusnya memimpin TNI kareha kecerdasan dan kemampuannya. Hari ini beliau dibatalkan begitu saja dilantik jadi Ka BNPB, setelah bertahun tahun dikesampingkan di struktural TNI. Ada apa denganmu Jokowi?” tanya Ferdinand di akun Twitter @Ferdinand_Haean.

Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid turut angkat bicara. Menurut Sodik Mudjahid, Presiden Jokowi sudah biasa membatalkan secara mendadak peristiwa-peristiwa besar.

“Sudah jadi kebiasaan presiden dan kabinetnya membatalkan beberapa peristiwa penting seperti kenaikan BBM, pelantikan Kepala BNPB bahkan penetapan Cawapres,” ujar Sodik seperti dikutip tribunnews (02/01).

Hal tersebut menurut Sodik Mudjahid, menunjukkan bahwa pemerintahan sekarang kurang kuat dan solid. “Ini tentu menjukkan kurang kuat,kurang matang,kurang tajam dan kurang solid nya tim,” kata Sodik.

Pernyataan keras dilontarkan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon soal Doni Monardo. “Saya sudah terima undangan pelantikan Kepala BNPB harusnya jam 9.00 WIB tadi. Tiba-tiba ditunda. Inilah manajemen amburadul pemerintahan. Ngatur jadwal Presiden aja nggak beres,” kata Fadli Zon di akun @fadlizon.

Sementara Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani menegaskan tidak ada unsur politis atas penundaan pelantikan BNPB Letjen Doni Monardo. Arsul menilai penundaan tersebut bukan satu hal yang krusial.

Share Button

Related Posts