October 17, 2018

Dokumen AS Soal Prabowo Diungkap Lagi, Uni Lubis: Ingat, Prabowo Pernah jadi Cawapres Megawati

Prabowo Subianto (republika)


intelijen – Sejumlah media kembali mengunggah dokumen yang dirilis National Security Agency (NSA) Amerika Serikat tentang penghilangan paksa sejumlah aktivis pada 1998.

BBC Indonesia merulis artikel bertajuk “Dokumen Rahasia AS diungkap: ‘Prabowo perintahkan penghilangan aktivis 1998″. Tulisan itu menuding Prabowo Subianto telah memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis.

Sejumlah media yang dikenal pro penguasa turut menurunkan isu “basi” itu. Netizen pun ramai-ramai menyoal pemberitaan yang sudah terbantahkan ini. Di mana Prabowo Subianto sudah mendapatkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk memenuhi syarat mendaftar dalam Pilpres 2019.

Wartawan senior Uni Lubis turut mempertanyakan pemberitaan media yang tiba-tiba memunculkan isu penculikan 1998 itu.

“Kog ujug-ujug muncul berita dokumen AS tentang Prabowo? Itu cerita lama kan? Bukan rahasia lagi. Memangnya Prabowo lawan yang perlu dilawan dengan dokumen intel Amrik seperti itu? Ingat lho, PS ini pernah ‘mesra’ jadi cawapresnya Bu Mega,” tulis Uni Lubis di akun Twitter @unilubis.

Atas tulisan basi tersebut, sebelumnya Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa mengingatkan detik.com untuk tidak memblow up berita hoax tersebut. Bahkan, Desmond akan menunut proses hukum atas tulisan detik.com.

“Jangan sampai dokumen yang ditindaklanjuti ini hoax. Kasihan detik. Itu saja. Kalau itu benar, ya semua sudah terjawab di situ. Bahwa yang memerintahkan itu bukan Prabowo, kan mertua, Faizal Tandjung, Wiranto. Kan ada SBY. Nah baru enak gue ngomong. Karena gue salah seorang yang diselamatkan Prabowo. Nah lu teliti itu. Kalau nggak, kami akan menggugat detik. Kalau yang kalian tindaklanjuti ini hoax, ya kalian berurusan hukum sama kami. Karena ini sudah mencemarkan. Kalau ini cuma hoax kalian cepet minta maaf. Tolong diberitakan. Ini aja lu beritain. Kalau ini tidak kamu muat di detik, akan gue laporkan. Kalian akan bermasalah hukum dengan gue. Tolong beritakan. Kalau ini konkret dan benar baru gue lanjut wawancara. Tolong dimuat ini sebagai bantahan gue. Kalau nggak dimuat akan gue laporkan,” demikian bantahan Desmond seperti ditulis detik.com (25/07).

Share Button

Related Posts