December 12, 2018

Divestasi 51 % Saham Freeport, Indonesia Belum Pasti jadi Pengendali

Sri Mulyani Indrawati, Ignasius Jonan, dan Ricard Adkersen (detik)


intelijen – Dengan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI), Indonesia belum pasti menjadi pengendali. Apalagi dalam proses negosiasinya tidak ada transparansi.

Pendapat itu mantan staf Khusus Kemenko Kemaritiman Abdulrachim Kresno (16/07). “Kontrak kerja sama di PTFI setelah divestasi 51% harus jelas sekali bahwa pengendalian perusahaan adalah PT Inalum sebagai pemegang mandat dari pemerintah Indonesia. Untuk menjamin terlaksananya hal itu maka semua prosesnya harus transparan,” kata Abdulrachim mengingatkan.

Menurut Abdulrochim, Head of Agreement (HoA – Kesepakatan Pokok) dari divestasi 51% saham PTFI, belum ada transparansi. Keterangan resmi mengenai isi HoA itu sendiri belum disiarkan ke publik.

Abdulrochim menegaskan, rencana tahapan dan waktu pencapaian (time frame) dari divestasi 51% itu sendiri belum diumumkan. Bahkan yang paling penting masih sangat belum jelas bagaimana kontraknya nanti.

“Apakah dengan divestasi 51% itu Pemerintah Indonesia melalui PT Inalum menjadi pengendali atau yang mengendalikan PTFI tetap pihak Freeport Mc Moran?” tanya Abdulrochim.

Kata Abdulrochim, di Exxon Cepu (Pertamina EP Cepu) saham pihak Indonesia melalui PT Pertamina dan BUMD 55% namun pengendaliannya tetap Exxon Mobil. Baik mengendalikan manajemen, SDM maupun dari segi teknisnya.

“Ini karena detail kontraknya (Joint Operation Agreement) dibuat seperti itu. Di sinilah permainan birokrasi di dalam penyusunan kontrak . Padahal di-mana mana kalau saham mayoritas pasti menjadi pengendali Perusahaan,” pungkas Abdulrochim.

Red

Share Button

Related Posts