December 13, 2018

Ditahan Taliban, Tentara AS Masuk Islam



Sersan Bowe Bergdahl, seorang tentara Amerika Serikat yang ditahan Taliban di Afghanistan dilaporkan telah memeluk Islam. Bahkan, prajurit berusia 28 tahun itu mengikrarkan diri sebagai mujahid atau pejuang Islam.

Laman Al Arabiya memberitakan bahwa Berrgdahl menjai mualaf berdasarkan dokumen rahasia yang ditemukan Fox News. Dari sumber tersebut terungkap bahwa Bergdahl yang awalnya menjadi musuh tiba-tiba berubah berkawan dengan para pejuang Taliban yang menculiknya.

Dia kemudian diterima dan berbaur bersama, kata sumber Fox News yang mengaku melihat langsung peristiwa itu seperti yang dilansir Al Arabiya.

Bowe Bergdahl hampir lima tahun ditahan Taliban. Ia akhirnya dibebaskan Sabtu (31/5) malam setelah ditukar dengan lima tahanan Afghanistan yang selama ini dikurung di penjara Guantanamo di teluk Kuba oleh Pemerintah Amerika Serikat. Mereka adalah Mohammad Fazl, Khirullah Khairkhwa, Abdul Haq Wasiq, Mullah Norullah Noori, dan Mohammad Nabi Omari.

Masih berdasarkan dokumen tersebut, Bergdahl sempat diperlakukan tak manusiawi karena percobaan melakukan kabur dua kali. Dia dikurung yang berbentuk sangkar yang terbuat dari bahan logam.

Namun setelah percobaan kabur itu, semuanya menjadi cair. Bergdahl kemudian beradaptasi dan menjadi akrab dengan para pejuang Taliban yang menahannya. Bahkan digambarkan ia
bermain sepak bola, tertawa dan mengucapkan salam ala Islam. Oleh Taliban, Bergdahl juga diberikan kebebasan untuk membawa senjata api sendiri.

Fox News bukanlan satu-satunya media yang memberitakan Bergdahl memeluk Islam. Breitbart yang mengutip sebuah artikel 2010 dari Inggris Daily Mail menyebutkan bahwa Bergdahl masuk Islam dan mengajarkan pejuang Taliban membuat bom.

The Daily Mail yang mewawancarai Wakil Komandan Distrik Taliban, Haji Nadeem mengatakan Bergdahl mengajarinya cara membongkar telepon selular dan mengubahnya menjadi sebuah remote control untuk sebuah bom pinggir jalan.

Juru bicara Zaibullah Mujahid mengatakan kepada The Associated Press melalui telepon pada hari Jumat (6/6) bahwa Bergdahl dalam kondisi sehat dan diberi buah segar dan makanan lain yang diminta.

Anda bisa bertanya kepadanya di Amerika tentang hidupnya saat ditahan. Dia tidak akan mengeluh, kata Mujahid.

Seorang komandan senior Taliban juga berbicara dengan majalah Time yang menjelaskan bagaimana kelompoknya memperlakukan Bergdahl.

Kami berperang melawan satu sama lain, di mana (Amerika) membunuh kami dan kami membunuh mereka. Tapi kami melakukan apa pun yang bisa membuat (Bergdahl) bahagia, kata sumber anonim majalah Time. (awa/jpnn) Read More

Share Button