October 20, 2018

Direktur CEDeS: Maju Kena Mundur Kena, Sri Mulyani Takut Ladeni Rizal Ramli

Sri Mulyani (theaustralian)


intelijen – Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS) Edy Mulyadi kembali mengingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal tantangan debat Rizal Ramli.

“Menkeu ‘Omdo’ Sri Mulyani menyatakan berani berdebat mengenai utang luar negeri, tetapi sampai lebih 10 hari tantangan dari Rizal Ramli tidak ditanggapi,” kata Edy Mulyadi kepada intelijen (09/05).

Kata Edy, meskipun pada Senin malam (07/05), Sri Mulyani menegaskan tidak takut ditantang berdebat, tetapi tantangan debat itu tidak ditanggapi serius. “Sampai sekarang pihak-pihak yang memfasilitasi berdebat tidak ditanggapi Sri Mulyani,” tegas Edy.

Edy mengungkapkan, Menkeu yang konon terbaik Asia dan menteri terbaik dunia itu justru minta tolong kepada anak-anak baru lulus dari program LPDP. Namun untuk menutupi ketidakberaniannya berdebat, Srimul menggunakan diksi yang hebat-hebat.

“Sungguh suatu jurus ngeles alias berkelit yang ampuh dan dahsyat. Dalam hal merangkai kata-kata, perempuan yang namanya disebut-sebut dalam persidangan skandal Bank Century ini memang dikenal jagoan,” sindir Edy.

Menurut Edy, pada konteks ini, ngelesnya Sri Mulyani bahkan membuahkan dua hasil sekaligus. Pertama, Srimul merasa bisa lolos dan tidak perlu berdebat secara terbuka soal utang luar negeri yang dia buat.

“Kedua, dia bisa membius dan memerintahkan anak-anak baru lulus tadi menjadi juru bicara sekaligus pembelanya menghadapi pihak-pihak yang mempersoalkan utang Indonesia,” ungkap Edy.

Tak hanya itu, kata Edy, pada perkara debat utang, Sri sepertinya sadar betul bahwa dia mengalami apa yang disebut “maju kena mundur kena”. Nekat maju, dia bakal ketahuan rajin menimbun utang dalam jumlah amat mengerikan.

“Dia juga bakal ketahuan kalau utang-utang yang dicetaknya berbunga supermahal sehingga amat membebani APBN, membebani negara dan rakyat Indonesia. kalau nekat berdebat, dia juga akan ketahuan selama ini meninabobokan publik dengan data yang tidak lengkap dan bermacam dalih, bahwa utang Indonesia masih tetap aman. Jadi, mari terus berutang,” pungkas Edy.

Red

Share Button

Related Posts