February 17, 2019

Dipo Alam: Atlit Mulai Paham di-PHP di Era Sekarang? Tanya Petani Soal tak Impor dan Cawapres

Imam Nahrawi (tribunnews)


intelijen – Terjawab sudah bahwa pemerintah tidak menyediakan tanah untuk rumah bonus bagi atlit peraih medali emas Asian Games 2018.

Hal itu ditegaskan Menpora Imam Nahrawi. Menurut Imam, pemerintah hanya membangunkan rumah, tak menyiapkan tanahnya. Rumah akan dibangun pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), namun dengan catatan tanah disediakan masing-masing atlet.

Mantan Seskab Dipo Alam menyoal “janji” untuk atlet berprestasi yang belum dipenuhi itu. “Atlit mulai paham ‘janji/harapan PHP’ di era NOW? Tanya petani soal tidak impor, korban bencana alam, buyback Indosat, sampe cawapres?,” tulis Dipo Alam di akun Twitter @dipoalam49 menanggapi tulisan bertajuk “Soal Bonus Rumah Peraih Emas Asian Games 2018, Menpora: Lahannya dari Atlet”.

Penulis Helmi Felis membandingkan janji untuk atlet itu dengan masyarakat yang dikatakan mendapatkan sertifikat tanah gratis. “Hahaha, semua ketipu… Kata atlit ; sialan, gue pikir bener ni rezim bakal bagi-bagi rumah. Yang sertifikat doang aja kecele apalagi rumah,” tulis Helmi @helmifelis.

Urologist dr Gunawan turut menimpali nasib bonus rumah untuk atlet itu. Dr Gunawan menjadikan kebiasaan ekspresi “kaget” Presiden Jokowi dengan fakta rumah bonus.

Jokowi: saya kaget bonus rumah tanpa disertai lahannya..kaghet kaghet 12x,” sindir dr.Gunawan di akun @dr_gundi.

Sebelumnya, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, mengakui jika bonus rumah yang dijanjikan pemerintah untuk atlet peraih medali emas Asian Games 2018 belum satupun yang terealisasi.

“Sampai saat ini, belum ada peraih medali emas (Asian Games 2018) yang dapat (rumah). Masih komunikasi,” ujar Raden seperti dikutip suara.com (12/01).

Raden Isnanta menyebut, faktor utama belum terealiasinya bonus rumah yang nantinya akan dibangun oleh KemenPUPR adalah sulitnya pengadaan tanah untuk atlet. “Mekanisme bonus rumah untuk peraih medali emas Asian Games (2018) itu yang membangun adalah KemenPUPR. Akan tetapi, tanah harus disediakan oleh pemerintah, entah Pemda (Pemerintah Daerah) dan Pemrov (Pemerintah Provinsi), tak boleh rumah atau tanah pribadi,” kata Raden Isnanta.

Share Button

Related Posts