February 17, 2019

Dicopot dari Kursi Komisaris PT Bukit Asam Tbk, Said Didu: Saya tak Punya Bakat jadi Penjilat!

Joko Widodo dan Rini Soemarno (aktual)


intelijen – Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu resmi dicopot dari jajaran komisaris PT Bukit Asam Tbk (28/12). Pencopotan Said Didu manjadi agenda tunggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Pencopotan Said Didu cukup mendadak. Bahkan Said Didu sendiri mengaku diberi tahu soal pencopotan dari jabatan anggota komisaris PTBA hanya lima menit sebelum RUPSLB dimulai.

Apa yang menjadi latar belakang pencopotan Said Didu? Selama ini, Said Didu dikenal kritis atas kebijakan-kebijakan pemerintah. Bahkan pada Kamis (27/12) Said Didu di akun Twitter @saididu mengungkap latar belakang pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Setelah resmi dicopot oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya diberhentikan karena dianggap tidak sejalan dengan pemilik saham Dwi Warna PTBA (Menteri BUMN).

“Hari Ini saya merasa terhormat karena : 1) dilakukan RUPS Luar Bisa PPTBA dengan agenda tunggal memberhentikan saya, dan 2) alasan pemberhentian saya karena dianggap TIDAK SEJALAN dengan pemilik saham Dwi Warna (Menteri BUMN),” demikian tulis @saididu.

Said Didu menegaskan, bahwa kemerdekaan berpendapat jauh lebih penting dari jabatan. “Mohon maaf bagi saya kemerdekaan berpendapat jauh lebih penting dari jabatan. Saya tidak punya bakat jadi penjilat,” tegas @saididu membalas cuitan akan @gw_dynastyPhyta yang mempertanyakan idealisme dan profesionalitas Said Didu.

Relawan Prabowo-Sandi Digital Team (Pride) Taufik Hidayat Rendusara memberikan catatan soal pencopotan Said Didu. “Ketika perbedaan pendapat menghasilkan pemecatan, maka disana telah hadir ketidakadilan manusia yang beradab,” tulis Taufik Rendusara di akun @TopeRendusara.

Share Button

Related Posts