January 17, 2017

Dicari Si Kambing Hitam, Tanda-tanda Tax Amnesty Gagal Sudah Tampak!

Joko Widodo (inilah)


intelijen – Target penerimaan negara sebesar Rp1.495,9 triliun dan belanja sebesar Rp2.070,5 triliun dinilai banyak pihak, terlalu tinggi untuk direalisasikan. Sementara hasil tax amnesty yang diharapkan menambal penerimaan negara baru terkumpul Rp 1,8 triliun dalam waktu sebulan.

Director of Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS) Prijanto Rabbani mengingatkan bahwa tanda –tanda kegagalan program tax amnesty sudah mulai tampak. “Tanda-tanda Tax Amnesty gagal sudah mulai tampak..Bersiaplah…..,” tulis Prijanto di akun Twitter ‏@PrijantoRabbani.

@PrijantoRabbani juga mengingatkan: “Proyek ini bisa berpotensi jadi proyek gagal….. karenanya dicarilah si kambing hitam!”

Soal potensi kegagalan tax amnesty, mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief, menyindir pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengaku memiliki data lengkap soal wajib pajak “bermasalah”.

“Kita berharap Tax amnesty ini program yang sukses, apa yang jadi pegangan? Jokowi Presiden kita bilang dia miliki data yang lengkap. Kalau Pak Jokowi merasa memiliki data yang lengkap dan menjadi patokan program Tax amnesty, tidak ada alasan program ini gagal. Kita berdoa data yang dimiliki Presiden Jokowi bisa membuat tax amnesty ini sukses. Berdoa mulai,” tulis Andi Arief di akun @AndiArief_AA.

Di sisi lain, putri tokoh nasional Amien Rais, Hanum Rais, di akun ‏@hanumrais menulis: “Tax amnesty: ikan besar tdk ada takutnya, makin bersiasat menghindar krn punya uang. Sebaliknya, ikan kecil2 spt kami makin takut & makin patuh.”

Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menilai bahwa target penerimaan negara sebesar Rp1.495,9 triliun dan belanja sebesar Rp2.070,5 triliun terlalu tinggi untuk direalisasikan. Sementara penerimaan negara yang diharapkan dari tax amnesty yang sudah diberlakukan selama hampir dua bulan ini masih jauh dari harapan.

“Bayangkan saja, hasil Tax Amnesty yang sudah sebulan lebih, baru terkumpul Rp1,8 triliun. Bandingkan dengan pre order HP Samsung Galaxy Note 7 yang dalam 2 hari bisa sampai Rp2 triliun,” jelas Heri seperti dikutip rmol (23/08).

Share Button

Related Posts