December 10, 2018

Depresi Intai Pengguna yang Ketagihan Main Medsos



intelijen – Sudah banyak penelitian mengungkap bahaya terlalu lama bermain smartphone. Tak hanya para gamer, kamu yang doyan berselancar di sosial media juga diimbau harus waspada.

Pasalnya, pengguna smartphone yang sering bermain media sosial (medsos) ternyata memiliki kecenderungan terserang risiko penyakit mental, seperti depresi dan kesepian.

Temuan mengejutkan ini terungkap dari sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada Desember 2017 oleh para peneliti di University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).

Para ahli tersebut membuat penelitian tentang ketergantungan pada medsos dan dampak bila berhenti menggunakannya.

Hasilnya cukup mengejutkan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology itu menyebutkan kalau membatasi penggunaan medsos hingga sekitar 30 menit per hari, dapat mengusik kesehatan mental penggunnya.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti yang diketuai Melissa G. Hunt, mengumpulkan 143 mahasiswa untuk diuji coba. Mereka menjalani dua uji coba berbeda, pada musim semi dan musim gugur.

Setiap mahasiswa harus memiliki akun medsos Facebook, Instagram, dan Snapchat. Selain itu, Hunt hanya memilih mahasiswa yang menggunakan iPhone.

Alasannya, iPhone akan mencatat dan menampilkan total waktu yang dihabiskan untuk bermain medsos secara otomatis di layar.

Hunt dan koleganya memantau para mahasiswa dalam menggunakan medsos selama seminggu. Hunt juga memberi kuesioner yang menilai kesehatan mental mereka.

Kuesioner berisikan tujuh faktor yang berbeda, yakni dukungan sosial, takut kehilangan, kesepian, kemandirian dan penerimaan diri, kecemasan, depresi, serta harga diri.

Selanjutnya, Hunt melakukan eksperimen terhadap para mahasiswa tersebut. Selama tiga minggu berikutnya, satu kelompok mahasiswa yang dipilih acak, dibiarkan bermain medsos seperti biasanya.

Sementara, kelompok mahasiswa yang lainnya hanya boleh menggunakan medsos selama 10 menit per platform untuk setiap harinya.

“Di sini kita melihat perbedaannya. Menghabiskan lebih sedikit waktu untuk medsos daripada biasanya akan menurunkan depresi dan kesepian secara signifikan. Efek ini sangat terasa bagi orang-orang yang tertekan ketika menjalani uji coba,” kata Hunt.

Para peneliti memilih untuk membatasi medsos daripada menyuruh subjek untuk berhenti sama sekali. Sebab, membatasi penggunaan medsos terlihat lebih realistis.

Hunt juga melihat adanya penurunan pada masalah kecemasan dan takut kehilangan pada subjek yang membatasi penggunaan media sosial mereka.

Sayangnya, para peneliti tidak melihat ada perbaikan pada masalah dukungan sosial, harga diri, kemandirian dan penerimaan diri pada subjek penelitian.

“Karena penelitian ini adalah yang pertama dari jenisnya, ada banyak peluang untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut,” kata peneliti.

Reporter: Cynthia Amanda Male

Sumber: Dream.co.id

Share Button

Related Posts



Article Tags