December 14, 2018

Demokrat: Ratna Layak Dihukum Jika Berbohong

Ferdinand Hutahaean (ist)


intelijen – Foto lebam aktivis Ratna Sarumpaet viral di media sosial (medsos), beberapa politisi membenarkan foto tersebut, diduga Ratna dikeroyok pada 21 September 2018 lalu di Bandung.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyesalkan jika Ratna sampai berbohong atas peristiwa penganiayaan.

“Jika Ratna berbohong, maka yang bersangkutan layak dihukum,” ujarnya saat dihubungi TeropongSenayan, Rabu (3/10/2018).

Ferdinand menjelaskan, dirinya saat ini ingin berada di tengah, tidak membela polisi maupun Ratna.

“Saat ini posisi saya berpegang pada kedua keterangan yang ada. Satu sisi keterangan Ratna saya percaya benar, dan sisi lain keterangan polisi juga saya anggap benar. Artinya bukan bersikap ganda, tapi saya tempatkan keterangan itu dalam derajat yang sama,” paparnya.

Lebih jauh Jubir Partai Demokrat ini tidak ingin salah menuduh, karena itu ia mengusulkan untuk dibentuk tim kusus terkait hal itu.

“Saya tidak ingin menuduh salah satu pihak bohong atau tidak jujur. Maka satu-satunya jalan pembuktian adalah dibentuknya tim ad hoc independen, tim pencari fakta untuk mencari kebenaran peristiwa ini,” jelas Dia.

Pembentukan tim pencari fakta itu, tambah Ferdinand, dirasa penting karena pemberitaan Ratna sudah menjadi perhatian publik.

“Karena ini sudah menyita seluruh perhatian publik. Dan jangan sampai bangsa juga terbelah karena peristiwa ini,” kata dia mengakhiri.(TS)

Share Button

Related Posts