October 18, 2018

Demokrat: Balas Dendam, Jika Setya Novanto Ditangkap KPK Setelah jadi Ketua DPR

Setya Novanto (sindoweekly)


intelijen – Jika Setya Novanto ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menduduki kursi Ketua DPR, tentu bisa dicurigai, itu adalah balas dendam.

Penegasan itu disampaikan politisi Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, menyikapi penolakan Satya menjadi Ketua DPR, dengan alasan Satya terlibat sejumlah kasus hukum.

“Kalau KPK bener punya bukti dari dulu, kenapa Setya Novanto nggak dijadikan tersangka sejak awal? Kalau bener. Kalau Setya Novanto ditangkap KPK setelah jadi Ketua DPR, tentu bisa dicurigai, ini balas dendam. Kenapa ngga ditangkep dari dulu?” tulis Ulil di akun Twitter @ulil.

Setya Novanto, ditetapkan sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (02/10).  Politisi Partai Golkar itu didukung oleh fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PPP, ditambah Fraksi Partai Demokrat. Adapun empat parpol lainnya memilih walk out, yakni PDI Perjuangan, PKB, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

Sebelumnya, Ketua KPK, Abraham Samad sempat menyatakan akan segera menindak lanjuti kasus dugaan korupsi Setya Novanto. Menurut Abraham, Setya terlibat dalam penyelundupan limbah beracun (B3) pada tahun 2006. “Kami akan menindaklanjuti dan terus mendalami sesegera mungkin, itu pasti,” kata Abraham dalam acara rakernas BPK, Jakarta, (25/09).

Share Button

Related Posts