February 24, 2019

Demi Kaum Minoritas, Ahokers Diminta Pilih PSI! Sosiolog: Dan Demi Kepentingan Taipan Sawit!

Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (kompas)


intelijen – Tanggal 24 Januari 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan bebas. Euphoria pendukung Ahok (Ahokers) membuncah.

Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Rustam Ibrahim, berharap Ahok akan tetap mendukung capres petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.

Di akun Twitter @RustamIbrahim, loyalis Jokowi ini memanas-manasi Ahokers agar menjadikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai pilihan. Rustam mengklaim, PSI sangat konsisten memperjuangkan keberagaman dan kepentingan kaum minoritas.

“Saya yakin, setelah ke luar dari penjara Ahok akan tetap mendukung Jokowi. Jika ada pendukung Ahok yang tidak atau menganjurkan tidak mendukung Jokowi, tentunya bukan ahokers beneran. Saya usul Ahok jangan tinggalkan politik. Jadilah vote getter untuk Partai Solidaritas Indonesia. Partai itu sangat konsisten memperjuangkan keberagaman dan kepentingan kaum minoritas,” tulis Rustam di akun
@RustamIbrahim.

Menurut Rustam, PSI paling cocok untuk mewakili aspirasi Ahokers. “Bagi Ahokers beneran, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah yang paling cocok untuk mewakili aspirasi Anda. Partai ini sangat konsisten dalam membela keberagaman dan kepentingan kaum minoritas,” ajak @RustamIbrahim.

Benarkah PSI benar-benar akan membela keberagaman dan kepentingan kaum minoritas, tanpa dilandasi kepentingan lain?

Sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Tomagola, mengaitkan eksistensi PSI dengan kepentingan taipan kelapa sawit. “Dan kepentingan taipan sawit!” tulis Tamrin di akun @tamrintomagola meretweet cuitan @RustamIbrahim.

Berdasarkan catatan masa lalu PSI, banyak pihak menduga kiprah PSI terkait dengan kepentingan bisnis taipan sawit. Dugaan itu menguat sejak PSI merilis video “Sawit Putih” tentang ajakan mendukung industri sawit demi penguatan rupiah.

PSI mengasosiasikan Sawit Putih sebagai industri sawit yang berpotensi membantu Indonesia keluar dari depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dengan harapan bahwa pasar sawit internasional dapat berjalan secara maksimal dan menyumbang devisa bagi negara.

Ketika itu, sejumlah aktivis lingkungan mengecam video berdurasi kurang lebih 1 menit tersebut dan mengangap PSI tak paham isu dan persoalan sawit di Indonesia. Bahkan Walhi menyebut pengurus PSI gagal paham soal sawit.

Share Button

Related Posts