March 26, 2019

AS dan Sekutu Dituntut Buktikan 5G Huawei Tidak Aman

Huawei


intelijen – Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya ngotot tidak ingin Huawei perusahaan teknologi China lainnya meningkatkan pengaruhnya di pasar Amerika, dan AS mencoba memengaruhi negara lain agar tak menggunakan produk Huawei.

CEO Huawei Ken Hu menantang Amerika dan sekutu untuk memberi bukti atas tudingan-tudingan bahwa bahwa raksasa teknologi China itu menawarkan risiko keamanan.

Berbicara dengan para wartawan yang diundang ke kantor pusat Huawei Technologies Ltd. Selasa (19/12/2018), Ken Hu mengeluhkan, ” Tuduhan AS terhadap Huawei tidak bersumber itu hanya dari “ideologi dan geopolitik.” keluh Ken Hu

Dia memperingatkan, tidak melibatkan Huawei dalam jaringan 5G di Australia dan pasar-pasar lainnya akan merugikan konsumen karena akan menaikkan harga dan memperlambat inovasi.

Australia dan Selandia Baru telah melarang Huawei terlibat dalam jaringan 5G dengan alasan keamanan. Mereka bergabung dengan Amerika dan Taiwan, yang punya pembatasan yang lebih luas terhadap Huawei. Badan keamanan cyber Jepang mengatakan, pemerintah tidak akan membeli kebutuhan komunikasi mereka dari pemasok-pemasok yang dianggap berisiko tinggi, termasuk Huawei.

AS terus membujuk sekutunya agar tidak menggunakan perangkat dari Huawei dan produk dari produsen China lainnya. Argumentasi yang disodorkan AS adanya dugaan kerentanan dan celah bagi kejahatan siber dalam teknologi 5G.

Seorang pejabat AS menambahkan menara jaringan 5G dari Huawei akan menyedot banyak lalu lintas suara dan data, di mana hal ini tidak terjadi pada layanan 4G LTE.

Namun, Tim Bajarin, analis utama di Creative Strategies menyatakan tuduhan tersebut belum tentu benar.

“Ada sistem keamanan tingkat tinggi yang dibangun dalam jaringan 5G yang membuat hacker kesulitan untuk meretas jaringan,” ujarnya seperti dikutip dari Mashable.

Share Button

Related Posts