August 17, 2018

Commandante Class, Korvet Canggih Italia

defenseindustrydaily.com


defenseindustrydaily.com

INTELIJEN.co.id – Walau bukan negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang luas, Italia tetap menjaga wilayah perairannya dengan menggunakan peralatan militer terbaik, salah satunya dengan menggunakan kapal perang.

Salah satu kapal perang milik Angkatan Laut Italia (AL Italia) adalah kapal Commandante Class, sebuah kapal perang kelas korvet dengan kemampuan cukup mengagumkan di kelasnya, baik dari sisi teknologi radar maupun persenjataan.

Melalui program Nuove Unita Minori Combattanti (NUMC), AL Italia sendiri setidaknya mengoperasikan empat kapal perang Commandante Class buatan perusahaan galangan kapal Riva Trigoso semenjak 2002.

Empat kapal Comandante Class yang dioperasikan AL Italia itu adalah, Commandante Cigala Fulgosi (P490), Commandante Borsini (P491), Commandante Bettica (P492) dan Commandante Foscari (P493).

Selain dari empat kapal Commandante Class yang dioperasikan AL Italia, Pemerintah Itaia juga memesan dua unit Commandante Class yang digunakan untuk transportasi pemerintahan, yakni Sirio (P409) dan Orione (P410).

Peran utama korvet Commandante Class ini adalah kapal patroli jarak menengah hingga patroli jarak jauh, yang mampu bertahan di lautan mencapai sepuluh hari dengan bahan bakar penuh.

Misi patroli utamanya adalah melaksanakan misi pengintaian dan operasi perang permukaan.

Selain misi pengintaian dan perang permukaan, Commandante Class juga dapat berperan sebagai kapal pendamping dan penjaga perbatasan masritim, serta mengintai di wilayah zona ekonomi ekslusif.

Kapal ini sendiri dapat dioperasikam dengan 80 kru kapal, dimana delapan di antaranya adalah perwira kapal.

Panjang kapal keseluruhan mencapai 88,40 meter dan berat kotornya mencapai 1.520 ton. Kecepatan maksimum mencapai lebih dari 25 knot, dan jangkauan jelajah mencapai 3.500 mil laut.

Kelebihan lainnya, desain kapal dirancang agar tidak mudah dilacak oleh radar dan infra merah, sehingga tidak mudah terlacak radar musuh.

Tiga kapal pertama dibangun dengan menggunakan konstruksi baja, namun kapal keempat telah mengalami perubahan, dengan menggunakan konstruksi berbahan material komposit, termasuk bagian tiang kapal dan hanggar helikopter.

Perubahan material konstruksi ini berdampak pada berat kapal yang semakin ringan, dan konsumsi bahan bakar yang semakin irit.

Radar dan Senjata

Korvete buatan Italia ini dilengkapi dengan sensor sitem pertempuran Selex Sistemi Integrati NUMC/NUPA, Combat Management System (CMS) dan berbagai persenjataan. Semua operasi dapat dikendlikan melalui CMS, termasuk kendali tembak, komunikasi internal dan kesternal, jalur pesan dan kendali buta.

Kelebihan sistem kapal ini terletak pada kemampuan mendistribusikan data antar muka melalui FDDI, dan sistem navigasi terpusat  (NAVS) yang dapat digabungkan, mengoptimalkan dan menyalurkan semua data navigasi ke dalam kotak.

Untuk Tactical Picture Management (TPM) terletak pada penggabungan multi sensor. Yang mengirimkan gambar video pada unit tranportasi radar digital, dan melalui kotak.Elmer kemudian menyediakan sistem komunikasi terintegrasi, baik internal maupun eksternal.

Di bagian radar, Commandante Class menggunakan radar Selex RAN-30X/I sebuah multi radar yang beroperasi pada gelombang X band. Radar RAN-30X memiliki empat mode, yakni pengintaian permukaan dan udara untuk lingkup udara kecil/target permukaan.

Navigasi dan kendali helikopter dengan menggunaan perputaran antena untuk navigasi jarak dekat ke wilayah pantai. Dan sensor over-the-horizon (OTH) dengan putaran antena yang lebih rendah dan kemampuan deteksi dengan jangkauan lebih panjang, mode anti terdeteksi torpedo, dengan menggunakan antena tinggi yang berputar untuk mendeteksi target bergerak yang berukuran sangat kecil.

Selain itu, Commandante Class dilengkapi dengan radar navigasi SPS-753 yang beroperasi di frekuensi I.

Sebagai kapal perang modern, Commandante Class dilengkapi dengan sistem peperangan elektronic, meliputi peluncur chaff pengalih perhatian, dan sebuah radar interceptor SLQ-747, serta jammer yang disediakan oleh Elettronica.

Selain radar dan sistem peperangan elektronic, Commandante Class juga dilengkapi dengan sistem senjata untuk menyerang dan melindungi kapal dari serangan musuh. Beberapa senjata itu adalah meriam dan rudal.

Untuk rudal, menurut informasi, kapal perang ini dapat meluncurkan rudal subsonik seperti Exocet buatan Perancis, atau rudal supersonic seperti Yakhont buatan Rusia namun dengan penyesuaian sistem.

Sedangkan untuk meriamnya, Commandante Class dilengkapi dengan meriam buatan Oto Melara, Italia yakni Oto Melara kaliber 76 milimeter yang terpasang di bagian depan dek kapal, dua meriam Oto Melara kaliber 25 milimeter juga senapan mesin kaliber 7,62 milimeter.

Meriam Oto Melara kaliber 76 milimeter di bagian depan dek kapal dikendalikan oleh sebuah radar kendali sistem senjata, Selex NA-25 yang dikembangkan dari radar RTN-25X X-band radar.

Sedangkan meriam kaliber 25 milimeternya termasuk ke dalam SIDAM 25 Self-Propelled Anti-Aircraft (SPAAG), sebuah sistem yang terdiri dari empat meriam 25 milimeter yang terpasang dalam seri meriam M113.

Turretnya dapat berfungsi di segala macam cuaca dengan menggunakan kamera tv guna melihat dan menjejak musuh yang sedang bergerak secara otomatis.

Dalam sistem kendali tembaknya terdapat sistem pengindra buatan Galileo Avionica MADIS, penjejak laser buatan Alenia (sekarang menjadi Galileo Avionica) dan layar penampang buatan FIAR yang juga menjadi bagian dari Galieleo Avionica.

Ketika dalam cuaca buruk dan malam hari, sistem penjejak berdasarkan suhu dapat diaktifkan dengan menggunakan penjejak optik elektronik, dengan infra merah pasif yang dapat beroperasi baik siang maupun malam hari.

SIDAM 25 SPAAG sendiri adalh produk hasil kerjasama antara Angkata Darat Italia (AD Italia) dan Oto Melara, dimana produksi pertama kalinya dilaksanakan pada 1989.

Kapasitas

Sistem pendorong Commandante Class bertumpu pada dua mesin disel GM Tireste Wartsila W18-V 26 XIV, dimana setiap mesinnya menghasilkan listrik sebanyak 13,2 megawatt.

Selain itu kapal perang ini dilengkapi dengan tiga mesin diesel Isotta Fraschini 1712 T2 ME, yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 900 kilowatt per mesinnya. Untuk Sirio dan Orione, mesinnya ditambah lagi dengan dua mesin disel GM Trieste Wartsila W12-V 26 XN yang menghasilkan daya listrik masing-masing sebesar 4.320 kilowatt.

Dengan kapasitas mesin yang cukup besar, kapal ini juga mampu membawa helikopter jenis AB 212 atau sebuah helikopter NH 90 yang diletakan pada satu-satunya hanggar yang disediakan di bagian dek belakang kapal.

Rancangan unik dibagian lambung kapal, yakni struktur super mampu membuat kapal ini tidak dapat dideteksi radar yang bekerja berdasarkan sush dan tanda-tanda elekromagnetik.

Dengan keunkan tersebut, kapal ini mampu menjalanka berbagai misi, seperti patroli kendali pengintaian dalam rangka mengantisipasi imigran ilegal yang menyusup dari kawasan perairan.

Commandante Class memiliki kunggulan dalam penerapan teknologi tinggi berkaitan dengan keamanan, kemampuan survival dan kemampian perawata operasional. Sehingga dapat menjalankan berbagai misi seperti pengintaian di perairan internasional, pengawasan perbatasan lautan dan pengintaian di zona ekonomi ekslusif.

Dilihat dari berbagai fasilitas teknologi radar dan persenjataanya, wajar saja banyak negara selain Italia seperti negara Amerika Latin dan negara kasawasan Timur Tengah yang mengoperasikan kapal perang kelas korvet ini.

Kabarnya, pihak Italia juga menawarkan Commandante Class ke Indonesia yang memang sedang mecari kapal perang, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan spesifikasi kapal perang Perusak Kawal Rudar (PKR) yang diincar oleh TNI AL.Ipm.

Spesifikasi Commandante Class

Key Data:
Crew – 70
Officers – 8

Dimensions:
Overall Length – 88.4 m
Length at Waterline – 80.3 m
Beam – 12.2 m
Draught – 4.6 m
Full Load Displacement – 1,520t

Performance:
Speed – 26 knots
Economical Speed – 14 knots
Range at 14kt – 3,500nm

Propulsion:
Engines – 3 x Isotta Fraschini 1712 T2 ME diesel generators, 900kW each
Rudders – 2
Active-Fin Stabilisers – 2

Featured Suppliers:
Calzoni – Marine Handling & Lighting Solutions
GEM elettronica – C4I, ECDIS, VTMIS, Navigation and Control Systems
Pompe Garbarino – Naval Centrifugal and Positive Displacement Pumps
(repro INTELIJEN)

Share Button