March 22, 2019

CIA Bantu Senjata Pemberontak Suriah

Foto: Pemberontak Suriah dan beragam senjata yang dimiliki.


Foto: Pemberontak Suriah dan beragam senjata yang dimiliki.

INTELIJEN.co.id – Agen CIA dituding membantu pengiriman senjata kepada pemberontak Suriah, kutip New York Times (NYT) pada Kamis (21/6/2012). Informasi itu didapatkan NYT dari sumber-sumber intelijen AS dan Arab, yang menyatakan bahwa pengiriman senjata itu dilakukan lewat operasi terselubung.

Menurut NYT, senjata-senjata itu, didalamnya termasuk senapan otomatis, granat berpelontar roket, amunisi, dan beberapa senjata antitank, sebagian besar dikirim melintasi perbatasn Turki. Senjata itu dikirimkan lewat jaringan terselubung sejumlah perantara, termasuk gerakan Ikhwanul Muslimin Suriah dan dibiayai Turki, Arab Saudi, dan Qatar.

Disebutkan pula, beberapa pejabat CIA telah berada di wilayah selatan Turki untuk beberapa minggu guna mengantisipasi terdistribusinya senjata-senjata itu ke tangan pemberontak yang bersekutu dengan Al Qaeda atau kelompok teroris lainnya.

Laporan NYT itu bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Barack Obama, beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memasok senjata ke oposisi Suriah, tapi hanya mengirim bantuan seperti obat-obatan dan peralatan komunikasi.

Bukan itu saja, beberapa petinggi AS dan pensiunan CIA juga mengatakan bahwa Washington mempertimbangkan pula adanya bantuan tambahan, seperti citra satelit dan data intelijen tentang lokasi dan pergerakan tentara Suriah.

Tak berhenti di situ, pemerintah AS juga mempertimbangkan bantuan untuk membentuk badan intelijen di pihak oposisi suriah. Tampaknya AS sangat bernafsu, agar pemberontak atau oposisi Suriah, benar-benar bisa menjadi ‘senjata’ efektif guna menggulingkan rezim Suriah yang berkuasa.

Seperti diketahui bersama, Paman Sam dan sekutunya sealau saja mengharapkan adanya transisi politik di Suriah, dengan mundurnya Presiden Bashar al-Assad. Tapi keinginan AS itu ditentang Rusia dan China

Rusia dan China menyerukan justru menghendaki dilakukannya perundingan untuk mencari penyelesaian bagi kekerasan yang telah terjadi selama 15 bulan di Suriah. Kedua negara itu menentang adanya perubahan rezim secara paksa oleh campur tangan asing. INTELIJEN

Share Button