March 25, 2019

Cerita Putin Menolak Tawaran Yeltsin Jadi Presiden Rusia

Boris Yeltsin dan Vladimir Putin


intelijen – Sosok Vladimir Putin rupanya menjadi murid andalan presiden pertama Rusia, Boris Yeltsin. Ketika masih berkuasa, Yeltsin pernah menawari anak didiknya itu untuk dicalonkan sebagai presiden, namun tawaran ditolak.

Cerita itu diungkap Putin Presiden Rusia saat ini kepada para pelajar di sebuah sekolah di negara tersebut.

Menurut Putin tawaran memimpin negara itu muncul saat usianya masih sangat muda.

“Presiden pertama Rusia, Boris Yeltsin, memanggil saya dan berkata: ‘Saya ingin mengajukan pencalonan Anda ke parlemen, sehingga Anda menjadi Perdana Menteri, dan kemudian saya sarankan Anda mencalonkan diri sebagai Presiden. Apakah Anda setuju?’,” kata Putin mengenang ucapan mentornya tersebut.

“Dan saya memberi tahu dia; ‘Tidak’. Dia sangat terkejut dan bertanya dengan caranya yang aneh: ‘Mengapa demikian?’ Dan saya mengatakan kepadanya: ‘Saya belum siap’,” lanjut cerita Putin, seperti dikutip Russia Today, Kamis (13/12/2018) malam.

Menurut orang nomor satu Kremlin itu ada pertanggung jawaban moral untuk menerima tawaran itu, meski dia memiliki banyak pengalaman sebagai seorang pejabat. Pada saat itu, dia merasa belum pantas untuk “mengisi” sepatu Yeltsin.

Putin membagikan kisahnya itu dengan harapan anak-anak muda Rusia akan lebih siap untuk membuat keputusan kunci dalam hidup mereka.

Putin dipilih sendiri sebagai calon penerus oleh Yeltsin yang mulai sakit-sakitan pada akhir 1990-an. Dia memiliki serangkaian janji dalam pemerintahan kepresidenan sebelum menjadi kepala FSB pada tahun 1998.

Setahun kemudian Yeltsin menggunakan pengaruh politiknya untuk mendorong pencalonan Putin melalui parlemen dan mengukuhkan dia sebagai perdana menteri baru. Pada malam Tahun Baru, presiden terkenal itu mengundurkan diri dalam pidato tahunan, yang menjadikan Putin sebagai pengganti sementara dengan enam bulan untuk menjalankan kampanye pemilu.

Putin sebelumnya mengingat penolakan tawaran Yeltsin dalam sebuah wawancara dengan Oliver Stone untuk sebuah film dokumenter. Berbicara kepada pembuat film Amerika Serikat tersebut, presiden Rusia itu mengatakan keengganannya sangat dipengaruhi oleh rasa takut akan keselamatan keluarganya.

Dengan tidak adanya jaringan dukungan pribadi di Moskow, dia mengatakan kegagalan untuk menggantikan Yeltsin akan menempatkan istri dan dua putrinya pada risiko pribadi yang serius.

Share Button

Related Posts