December 14, 2018

Cerita Antasari Sebelum Rp 6,7 Triliun Mengucur ke Century

Antasari Azhar (kompas)


intelijen – Sambil duduk dan menonton televisi di kediamannya, kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Antasari Azhar menerima kedatangan kami, Rabu (11/4) siang. Dia seorang diri di rumah. Hanya ada asisten rumah tangga.

“Anak dan cucu saya sedang di luar kota,” kata Antasari membuka pembicaraan.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tampak santai. Hanya mengenakan kaus putih dan celana jins. Segelas kopi menemaninya. Tanpa basa-basi, Antasari berbagi cerita. Dia menanggapi kembali mencuatnya kasus bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. PN Jakarta Selatan mengabulkan praperadilan sekaligus meminta KPK memeriksa dan menetapkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai tersangka.

Dia masih ingat betul hari itu. Kamis, 9 Oktober 2008. Antasari memenuhi undangan yang datang dari Istana Negara. Rapat terbatas. Tidak tahu materi yang akan dibahas dalam rapat. Hanya beberapa pejabat negara yang hadir.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD), Jaksa Agung Hendarman Supandji, Ketua BPK Anwar Nasution, Kepala BPKP, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sri Mulyani dan Menteri Koordinator bidang Polhukam Widodo A.S, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Rapat dimulai pukul 09.00 WIB. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin langsung. Poin penting yang disampaikan soal ancaman dari krisis global.

“Saya tidak ingin Indonesia mengalami kejadian seperti 1998. Kira-kira begitu ucapan Pak SBY,” ujar Antasari menirukan pernyataan SBY.

“Maka kita perlu terobosan-terobosan,” lanjut Antasari menirukan SBY.

Share Button

Related Posts