August 20, 2018

Cegah Konten Radikal, Kominfo Sisir Medsos Dua Jam Sekali

Menkominfo Rudiantara


intelijen – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap konten-konten radikal di media sosial pasca-serangkaian teror yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air beberapa hari terakhir.

Tim Kemkominfo terus melakukan pemantauan di seluruh platform media sosial setiap dua jam sekali.

“Kominfo secara reguler setiap dua jam melakukan, mengais, scrolling. Kemudian kalau ditemukan ada konten sesuai keyword-nya, kami blok,” kata Rudiantara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, hari ini Komenterian Kominfo juga memanggil seluruh platform media sosial yang beroperasi di Indonesia seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dan Telegram.
Pemanggilan ini dilakukan untuk mencapai kesepahaman terkait pencegahan konten radikalisme
“Artinya mereka juga harus tanggung jawab, enggak bisa diam-diam saja,” ujarnya.

Jika didapati salah satu platform membiarkan penyebaran itu, kata dia, Kominfo akan memberikan sanksi. Sanksi yang diberikan mulai dari peringatan lisan hingga penghentian operasi.

Serangkaian aksi teror terjadi di Tanah Air dalam sepekan terakhir. Mulai dari pemberontakan napi terorisme yang terjadi di Rutan Cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada pekan lalu.

Seorang napi sempat menyiarkan langsung aksinya di media sosial dalam kerusuhan yang menyebabkan lima polisi gugur tersebut. Beberapa hari berselang, aksi terorisme juga terjadi di tiga gereja di Surabaya, disusul di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya.

Pasca-rangkaian kejadian tersebut, Kapolri Jenderal polisi Tito Karnavian menyebut bahwa pelatihan untuk membuat bom banyak ditemukan di media sosial.

Sumber: Kompas

Share Button

Related Posts