December 15, 2018

Caleg Duafa: Awas Pemilu Curang! Tuntaskan Megakorupsi e-KTP dan Bentuk Pansus e-KTP

Gudang e-KTP (sindonews).


intelijen – Polemik KTP elektronik (e-KTP) yang terjadi di era Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memunculkan kecurigaan. Ada indikasi modus baru yang sedang dirancang untuk kecurangan Pemilu 2019. Apalagi, aturan terkini membolehkan pemilih untuk memberikan suara hanya dengan menunjukkan e-KTP di TPS.

Kecurigaan itu disampaikan Ketua Presidium Paguyuban Caleg Duafa (PCD), Syafti Hidayat (30/05). “Dari mulai perencanaan, pembahasan anggaran dan pelaksanaan proyek e-KTP sudah penuh dengan kejanggalan. Sidang korupsi e-KTP menemukan fakta trilyunan rupiah APBN menjadi bancakan DPR RI, Kemendagri dan para kontraktor pemenang tender. Bahkan kemarin ditemukan gudang berisi e-KTP duplikat di Jawa Barat. Ada apa di balik itu?” tanya Syafti.

Terkait hal itu, PCD mendesak KPK dan DPR RI untuk menuntaskan megakorupsi e-KTP dengan cara segera menangkap dan mengadili elite dan politisi busuk yang namanya disebut menerima uang suap dalam berbagai persidangan dan berita media massa.

Selain itu, PCD mendesak dibentuk Panitia Khusus (Pansus) oleh parlemen untuk memanggil Mendagri dan Presiden Jokowi guna membongkar skandal e-KTP bila ada agenda tersembunyi yang menjadi tanda tanya dan kecurigaan publik.

“Sangat berbahaya bila sejak awal proyek e-KTP ini memang dirancang. Tak hanya persoalan bancakan uang semata, tetapi merupakan sebuah kejahatan sistemik merekayasa kemenangan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Ujungnya, negara rusak dan rakyat semakin frustasi krisis kepercayaan terhadap pemimpin. Presiden Jokowi, KPK dan DPR RI tak boleh anggap remeh,” terang aktivis senior yang akrab disapa Ucok ProDEM ini.

Untuk mendorong penuntasan megakorupsi e-KTP, PCD akan melakukan konsolidasi dengan berbagai kalangan nasionalis dan kekuatan prodemokrasi untuk menyusun gerakan bersama menuntut penuntasan megakorupsi EKTP di KPK dan pembentukan Pansus DPR RI. PCD juga akan melakukan berbagai upaya hukum dan politik yang dibutuhkan.

“Ayo bersama kita tegakkan hukum dan jalankan proses menuju Pemilu 2019 yang jujur dan adil. Lawan segala upaya elite dan politisi busuk yang hendak hancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Waspada kecurangan Pemilu 2019, tangkap koruptor dan bentuk Pansus EKTP!” pungkas Ucok Prodem.

Red

Share Button

Related Posts