November 15, 2018

Buntut Kasus Khashoggi, Macron Tunda Kunjungan ke Arab Saudi

Emmanuel Macron


intelijen – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan ia menunda kunjungan politik ke Arab Saudi. Hal itu terkait dengan kontroversi seputar hilangnya kolomnis Washington Post, Jamal Khashoggi, yang terakhir kali terlihat memasuki konsulat Saudi di Turki.

Macron membuat pengumuman kepada wartawan di Brussels, di tengah keputusan dari menteri keuangan Prancis dan Belanda untuk mundur dari Inisiatif Investasi Masa Depan 2018 yang akan berlangsung di Riyadh bulan ini.

“Dalam keadaan saat ini kami telah memutuskan untuk menunda beberapa kunjungan, yang bersifat politik,” kata presiden Prancis itu, sambil menambahkan bahwa dia tidak akan berkomentar mengenai politik internal Saudi.

“Ini bukan untuk saya mengomentari situasi politik internal negara lain, maupun aspek psikologis atau keamanan pada mereka,” tambahnya seperti dari The Hill, Jumat (19/10/2018).

Menangguhkan kunjungan, kata Macron, harus dilakukan dalam jangka pendek mengingat keseriusan fakta dan tidak adanya klarifikasi insiden tersebut.

Para pejabat Turki telah mengindikasikan secara tidak resmi bahwa para penyidik ‚Äč‚Äčtelah memperoleh rekaman audio yang membuktikan bahwa Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di dalam konsulat Saudi di Istanbul, yang sejauh ini ditolak oleh pemerintah Saudi secara terbuka.

Laporan-laporan berita terbaru mengindikasikan bahwa pemerintah Saudi mungkin berencana untuk menyalahkan kematian kolumnis itu pada seorang pejabat tinggi intelijen, yang bertolak belakang dengan penyangkalan selama beberapa hari terakhir.

Share Button

Related Posts