December 13, 2018

Bungkam Turki, Putra Mahkota Saudi Disarankan Suap Erdogan

Mohammad bin Salman dan Recep Tayyip Erdogan


intelijen – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman (MBS), disarankan untuk “menetralisir” Turki dengan segala cara. Hal ini terkait dengan bocornya pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi karena dianggap merusak yang datang dari pemerintah Turki.

MBS disarankan untuk menyuap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tawaran untuk membeli senjata Turki. MBS juga diminta untik membuat pernyataan-pernyataan yang berusaha untuk meningkatkan hubungan antara Riyadh dan Ankara.

Saran tersebut datang dari sebuah tim gugus tugas yang dibentuk untuk meredam gejolak yang ditimbulkan akibat kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Gugus tugas yang terdiri dari pejabat dari istana kerajaan, kementerian luar negeri dan pertahanan, dan dinas intelijen itu memberi arahan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) setiap enam jam.

Demikian laporan yang diturunkan oleh Middle East Eye (MEE) yang mengutip sumber-sumber di dalam Arab Saudi, Rabu (14/11/2018).

Sebelumnya, dalam komentar yang dibuat pada Inisiatif Investasi Masa Depan, MBS mengklaim pembunuhan Khashoggi digunakan untuk mendorong pertentangan antara Arab Saudi dan Turki.

“Itu tidak akan terjadi selama ada seorang raja yang disebut Raja Salman bin Abdulaziz dan seorang putra mahkota bernama Mohammed bin Salman di Arab Saudi,” ujarnya kala itu.

Jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi dibunuh secara brutal di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, dalam sebuah operasi yang dipercaya oleh pemerintah Turki dilakukan oleh pasukan pembunuh yang anggotanya terdiri dari beberapa anggota pengawal pribadi MBS.

Namun para pejabat Saudi telah membantah bahwa putra mahkota tidak memiliki “pengetahuan apa pun” terkait pembunuhan Khashoggi.

Share Button

Related Posts