December 19, 2018

“Bung Karno Dilengserkan karena Inflasi Sudah 500% an, Jangan Sampai Kejadian di Jokowi”

Sri Mulyani, Ignasius Jonan, dan Ricard Edkerson (kabar24)


intelijen – Ekonom Senior Indef Dradjad Hari Wibowo menyesalkan pencitraan dan pembodohan rakyat yang keterlaluan atas isu pengambilalihan saham mayoritas Freeport Indonesia (FI).

Menurut Drajat, pencitraan yang dilakukan oleh oknum pemerintah sangat kelewatan, sangat membodohi rakyat. “Saking berhasilnya, tidak sedikit yang menulis “terima kasih Pak Jokowi” tanpa melakukan fact-check. Sampai-sampai seorang mahasiswa Indonesia di Inggris pun melakukan kebodohan yang sama,” sesal Drajat, seperti dikutip tilik.id (13/07).

Di sosial media, akun-akun yang dikenal sebagai buzzer Joko Widodo pun mengomentari proses akusisi saham FI yang sebenarnya masih dalam tahap negosiasi itu.

Permadi Arya, yang menyebut dirinya sebagai Abu Janda, bahkan melemparkan tudingan soal upaya pelengseran Jokowi.

“Bung Karno dulu ngurus kedaulatan RI dilengserin. Sekarang @jokowi nutup Petral ATM-nya mafia migas, ambil alih blok minyak Mahakam dari asing, kuasai Freeport jadi milik negara, itu juga ngurus kedaulatan RI, banyak yang mau lengserin juga. Ada yang tak ingin RI berdaulat ya?” tulis Permadi di akun Twitter @permadiaktivis.

Pengamat ekonomi politik Ardi Wirdamulia menanggapi pernyataan Abu Janda tersebut. “Ini twit dari orang yang buta sejarah dan otaknya kurang se-ons. BK itu dilengserin karena inflasi udah 500% an. Jangan sampai kejadian di Jokowi. Makanya cukup 1 periode aja. :),” tegas Ardi di akun @awemany.

Drajad Wibowo sebelumnya menyatakan mendukung penuh usaha pemerintah mengambil alih saham mayoritas Freeport Indonesia. Hanya saja, Drajad mengkritisi pencitraan dan pembodohan rakyat yang kelewatan.

Menyitir rilis Bloomberg, Drajat menyimpulkan bahwa transaksi pengambilalihan saham Freeport Indonesia masih jauh dari tuntas. “Transaksi ini masih jauh dari tuntas. Kepada media asing seperti Bloomberg dan lainnya, pihak FCX dan Rio Tinto menyebut, masih ada isu-isu besar yang belum disepakati,” beber Drajat.

Share Button

Related Posts