December 18, 2017

AS Buka Pintu Perundingan jika Korut Stop Kembangkan Senjata Nuklir

Kim Jong un


intelijen – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Norman Mattis menyatakan, ada kemungkinan untuk melakukan perundingan antara Washington dan Pyongyang. Namun, syaratnya Korea Utara (Korut) harus berhenti menguji coba dan mengembangkan senjata nuklir dan rudalnya.

”Selama mereka berhenti melakukan pengujian, berhenti mengembangkan, mereka tidak mengekspor senjatanya, akan ada kesempatan untuk melakukan perundingan,” kata Mattis kepada wartawan di sebuah pesawat militer pada hari Kamis, yang dilansir Reuters, Jumat (17/11/2017).

Washington selama ini menegaskan bahwa bahwa semua opsi, termasuk militer, telah berada di atas meja jika berurusan dengan Korut. Namun, pemerintah Presiden Donald Trump telah menekankan pilihannya untuk solusi diplomatik.

Saat mengunjungi Seoul pekan lalu, Presiden Trump memperingatkan Korea Utara bahwa dia siap untuk menggunakan seluruh kekuatan militer Amerika guna menghentikan serangan apapun. Namun, dia juga mendesak Pyongyang untuk membuat kesepakatan.

Sedangkan rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un enggan bernegosiasi, setidaknya sampai negara tersebut berhasil mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang mampu mencapai daratan AS.

Mattis mengatakan, militer AS sangat memperhatikan mengapa tidak ada peluncuran rudal baru-baru ini oleh rezim Korut. Namun, dia menolak memberikan alasan potensial untuk itu.

Sekutu AS, Korea Selatan, telah menyuarakan kekhawatirannya jika AS nekat meluncurkan agresi terhadap program nuklir dan rudal Korut. Sebab, langkah itu dapat memicu pembalasan dari Pyongyang yang menghancurkan Korea Selatan. Petinggi partai berkuasa Korea Selatan telah memperingatkan Washington untuk tidak meluncurkan serangan militer ke Pyongyang tanpa persetujuan Seoul.

Mattis dalam perjalanan ke Colorado, di mana dia akan mengunjungi Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD), yang bertanggung jawab atas pertahanan tanah air, termasuk melacak dan mencegat rudal Korea Utara.

Share Button

Related Posts