October 20, 2018

Buddhis Ekstrem Sri Lanka Serang Minoritas Muslim

Sri Lanka (IST)


Intelijen – Kepolisian Sri Lanka memberlakukan jam malam di dua kota pariwisata; Alutgama dan Beruwala, sebagai upaya mengakhiri bentrok fisik Buddhis dan Muslim sepanjang Minggu (15/6).

Situs Aljazeera memberitakan bentrokan dimulai ketika kelompok Buddhis yang dipimpin beberapa biksu berparade di daerah berpopulasi Muslim cukup besar. Saksi mata mengatakan tiba-tiba iring-iringan Buddhis menyerang toko-toko milik masyarakat Muslim.

Seluruh Muslim di permukiman itu keluar, dan balik menyerang. Terjadi perang batu dan saling kejar sepanjang akhir pekan. Kerusuhan meluas ke Beruwala, yang tak jauh dari Alutgama.

“Beberapa toko milik Muslim dibakar,” ujar seorang warga Beruwala. “Rumah-rumah Muslim juga diserang.”

Hilmy Ahmed, juru bicara Dewan Muslim Sri Lanka, mengatakan beberapa umat Buddha sengaja menyerang Muslim. Sayangya polisi belum mampu melindungi kaum minoritas.

Sumber di kepolisian mengatakan jam malam diberlakukan untuk mengatasi situasi. Semula, jam malam hanya di Alutgama, tapi diperluas sampai ke Beruwala, untuk mencegah kerusuhan susulan.

Jam malam relatif tidak efektif. Kelompok Buddhis ekstrem pimpinan Bodu Bala Sena menyerang permukiman Muslim, menyusul perseteruan kecil dua individu.

Dari Bolivia, Presiden Sri Laka Mahinda Rajapaksa — yang sedang menghadiri KTT G7 — menyerukan agar kedua kelompok menahan diri. Ia juga berjanji tidak akan membiarkan siapa pun main hakim sendiri.

“Sebuah penyelidikan akan dilakukan untuk mencari siapa bertanggung jawab atas insiden di Alutgama,” ujar Rajapaksa melalui Twitter-nya.

Analis politik Sri Lanka mengatakan kekerasan ini berkaitan dengan permintaan politisi Muslim agar pemerintah melindungi minoritas dari unsur-unsur ekstremis agama mayoritas.

Populasi Muslim Sri Lanka mencapai sepuluh persen dari 20 juta penduduk negeri pulau itu. Nasionalis Buddhis menuduh Muslim memiliki pengaruh ekonomi dan politik yang tidak seharusnya.

Tidak hanya Muslim, umat Kristen di Sri Lanka pun menjadi target serangan ektremis Buddhis. Insiden itu terjadi Januari lalu.

Namun tidak seluruh biksu Buddha bertindak ekstrem. Sebagian bersikap moderat, tapi tidak bisa melakukan apa-apa karena mendapat ancaman dari kelompok ekstrem

Sumber: Inilah

 

Share Button

Related Posts