December 12, 2018

Brimob Datangi Kantor Gerindra, Fadli Zon Bakal Lapor ke Kapolri

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. (ist)


intelijen – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan partainya bakal melaporkan anggota Brimob yang mendatangi kantor Gerindra di Jawa Tengah kepada Divisi Profesi dan Keamanan (Propam) Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Kepala Kepolisian RI.

Gerindra menilai kedatangan Brimob ke DPC Gerindra Semarang dan DPD Jawa Tengah melanggar standar operasional prosedur (SOP) karena tidak membawa surat penugasan. “Tidak ada konfirmasi mau datang dan juga tidak ada surat tugasnya,” kata Andre seperti dilansir Tempo pada Senin, 7 Mei 2018. Ia menyebut DPP telah meminta DPD Jawa Tengah untuk melaporkan anggota Brimob itu ke Propam.

Pada Jumat dan Sabtu pekan lalu, belasan anggota Brimob mendatangi kantor DPC dan DPD Gerindra di Jawa Tengah. Andre sempat menyebut bahwa karyawan yang ada di kantor sempat merasa ketakutan dan mereka sempat ditanyai soal keberadaan kaus #2019GantiPresiden.

Untuk memastikan peristiwa tersebut, Andre menuturkan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon telah datang ke lokasi. Dalam investigasi tersebut memang benar ada anggota Brimob yang menanyakan soal kaus #2019GantiPresiden. “Mereka menanyakan apakah akan ada pengerahan menggunakan kaus 2019GantiPresiden di acara car free day,” ujarnya.

Menurut Andre, Fadli Zon bakal mempertanyakan masalah ini kepada Kapolri saat rapat di Komisi Hukum DPR seusai masa reses nanti. Sebab, penyelenggara pemilu juga tidak mempermasalahkan kaus ini karena dianggap sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. “Apakah ada bahaya laten penggunaan kaus ini? Memang kami memakai kaus PKI (Partai Komunis Indonesia). Nanti akan dipertanyakan ke Kapolri dirapat komisi tiga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membantah ada anggota Brimob yang mempersoalkan kaus #2019GantiPresiden. Menurut dia, polisi melakukan patroli sebagai tugas untuk mengamankan kantor penyelenggaran maupun peserta pemilu. “Kami lakukan sampai Pilkada selesai. Kalau masuk tahapan Pilpres tentu dilaksanakan juga. Obyeknya adalah memastikan kantor-kantor tersebut aman. Kami juga koordinasi dengan Satpamnya juga,” kata dia.

Share Button

Related Posts