May 26, 2018

Brigent Investigator, Siapkan Penyamaran dan Ahli Tuntaskan Persoalan

Ilustrasi (Foto: thenowpass.com)


Ilustrasi (Foto: thenowpass.com)

INTELIJEN.co.id – Brigent Investigator dalam menyelesaikan kasus yang menimpa klien selalu tuntas, siap dengan penyamaran, dan bantuan pengacara atau tenaga ahli lainnya.

Setahun lalu, Brigent, nama pemilik Brigent Ivestigator terpikir membuat unit usaha detektif swasta. Ia terkenal mempunyai jaringan di kalangan aparat keamanan baik TNI maupun kepolisian karena profesinya sebagai pengacara.

Tidak disangka, saat dibuka unit usaha ini, sudah banyak klien yang antri. Yang membuat cukup kaget kliennya terkait rumah tangga, entah itu perselingkuhan atau perceraian bahkan ada orang tua yang meminta mengawasi pacar anaknya. Selain itu,  ada yang meminta mengawasi persaingan bisnis.

Brigent Investigator pun sangat menjaga rahasia personilnya atau pun kliennya.  Bahkan humasnya saja mewanti-wanti tidak menampilkan fotonya di majalah. Yan Carolus, Humas Brigent Investogator mengatakan bisnis ini berdasarkan kepercayaan.

Sebagai Humas Brigent, ia pun banyak bercerita bisnis ini dan klien yang pertama kali ditangani.

“Waktu itu kami menangani klien seorang ibu yang curiga suaminya punya selingkuhan,” katanya.

Dengan kata yang tersusun rapi, ia pun menceritakan sekitar awal 2009, seorang ibu yang juga teman Brigent mengeluh ada dugaan suaminya punya selingkuhan. Sebut saja ibu tadi Ratna.

Ratna sambil sesenggukan dan curhat kehidupan yang sedang dialami. Untuk menghadapi ini, Brigent Investigor sudah mempersiapkan psikolog untuk menenangkan hatinya.

Dalam menghadapi klien pihak Brigent sudah mempersiapkan ahli di bidangnya masing-masing antara lain: psikolog, akuntan, pengacara. Mereka ini terkait dengan klien Brigent Investigator.

Mengapa memiliki akuntan? Biasanya klien yang meminta untuk melakukan penyelidikan persaingan usaha atau kecurangan di sebuah perusahaan. Berbeda dengan akuntan yang melihat hanya adanya kesalahan, Brigent Investigator pun dapat mengungkap pelaku ataupun dalang yang melakukan kecurangan.

Untuk melakukan penyelidikan kasus kecurangan, Brigent Investigator meminta klien untuk memasukkan anggotanya di bagian keuangan atau tempat-tempat yang berpotensi untuk berbuat curang.

Terkait kasus Ratna, Brigent Investigator mengajak timnya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan kasus yang menimpa Ratna. Brigent, selaku pemilik Brigent Investigator memberikan pengarahan.

Kata Yan Carolus untuk memutuskan persoalan klien seperti kasus yang menimpa Ratna, semua anggota diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. Sebut saja Herman, salah satu anggota mengusulkan menyamar di tempat-tempat yang dikunjungi suami Ratna.

Usulan ini dipun disetujui anggota lainnya. Akhirnya Brigent memutuskan perlu penyamaran dan mengawasi suami Ratna yang diduga melakukan selingkuh. Sebut saja suami Ratna, Sujono

Penyelidikan

Berdasarkan data yang diberikan Ratna, Sujono bekerja di kawasan Sudirman. Untuk mengetahui sepak terjangnya tim Brigent Investigator akan mengawasi tempat makan siang Sujono.

Ternyata siang itu, Sujono tidak keluar dari ruangannya. Berdasarkan informasi dari pegawai kantornya, ternyata Sujono sedang rapat. Terpaksa tim Brigent Investigator menunggu di lobi gedung.

Untuk menghindari kecurigaan, mereka terpencar, ada yang di mobil, parkiran maupun kendaraan bermotor. Mereka ini selalu berkomunikasi.

Tanpa disadari waktu sudah menunjukkan 17.00 WIB. Saatnya para pekerja kantor keluar dari ruangannya. Nampak keluar dari lift, pria tegap berjas, berdasi sambil membawa tas jinjing.

Salah seorang anggota Brigent Investigor mengerdipkan matanya pada anggota lainnya untuk mengawasi orang ini.
“Target sudah keluar dari ruangan, semua anggota siap untuk mengikuti,” sergah salah satu anggota.

Sujono naik taksi menuju kawasan Senayan. Ternyata taksi berbelok di kawasan mall di senayan. Salah satu anggota Brigent Investigator pun sudah di lobi mall.

Sesampai di lobi, Sujono menuju kafe di lantai tiga. Salah satu anggota mengikutinya. Untuk menghindari kecurigaan salah anggota berpura-pura menghubungi seseorang dengan ponsel.

Ternyata Sujono berada di kafe X. Kafe tersebut ramai dikunjungi pekerja kantoran yang ingin melepaskan penat seharian kerja di kantor. Musik jazz mengalun mengisi ruangan kafe.

Anggota Brigent Investigor pun ikut masuk ke kafe X. Untuk menghindari kecurigaan, anggota Brigent memilih tempat di pojok karena tempatnya strategis dan bisa mengawasi Sujono.

Beberapa menit kemudian, teman Sujono berdatangan, tampak ada beberapa wanita cantik.

“Mungkin ini teman Sujono,” pikir anggota Brigent.

Pertemuan Sujono dengan teman-temannya didokumentasikan anggota Brigent Investigator.

Sore menjelang malam, Sujono dan teman-temannya masih tidak beranjak dari tempat duduk, mereka asyik membicarakan sesuatu, suara tawa terdengar di antara mereka. Termasuk suara perempuan teman Sujono memecahkan keramaian kafe.

Sekitar pukul 19.00 WIB Sujono dan teman-temannya meninggalkan kafe. Sujono pun pulang menggunakan taksi. Anggota Brigent Investigor yang menggunakan sepeda motor bersiap mengikuti taksi yang membawa Sujono.

Di tengah kemacetan Jakarta, taksi yang ditumpangi Sujono begitu lambat, dari senayan taksi bergerak ke arah kawasan perumahan Pondok Indah, sekitar 15 menit kemudian, taksi ini berhenti di rumah besar dengan pagar tertutup rapat.

Tidak berselang lama, nampak ibu tua sambil memberikan hormat membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan Sujono masuk ke rumah.

Setelah seharian membuntuti Sujono, tim Brigent Investigator mendiskusikan hasil temuan di lapangan dan merencanakan kegiatan besok harinya. Salah satu anggota Brigent justru mencurigai rumah di Pondok Indah itu tempat selingkuhan Sujono

“Saya justru belum membuktikan dengan mata kepala sendiri,” ungkap anggota Brigent Investigator lainnya.

Mereka pun mengumpulkan bukti dan memaparkan analisanya masing-masing.

Akhirnya mereka bersepakat, salah satu anggota Brigent Investigator ada yang bertugas untuk mengawasi rumah di kawasan Pondok Indah. Untuk menghindari kecurigaan, menyamar sebagai penjual bakso.

Berbeda dengan gerobak bakso lainnya, gerobak yang satu ini dilengkapi dengan kamera tersembunyi serta penjualnya dilengkap dengan alat komunikasi yang cukup canggih.

Sekitar jam 5.30 penjual bakso ini sudah menuju sasaran. Di sepanjang perjalanan banyak juga yang menghentikan untuk menikmati bakso. Tanpa rasa canggung, penjual bakso “khusus” ini melayani pembeli.

Di Brigent Investigator orang-orang yang melakukan penyamaran sudah terlatih.

“Kami tidak mau memanfaatkan informan, tapi informasi ini akan kami gali sendiri,” ungkap salah anggota Brigent Investigator.

Walaupun perjalanan cukup panjang, akhirnya penjual bakso ini sampai di komplek Pondok Indah tempat di mana Sujono masuk ke rumah dengan pagar tertutup. Sebagai pendatang baru, penjual bakso ini harus bisa merayu satpam untuk bisa memasuki area komplek.

Bagaimana triknya? Penjaga komplek ini diberi bakso gratis. Sambil meramu bakso, penjual bakso ini sambil bertanya penghuni komplek yang berada di jalan Kencana IV.

“Mas penghuni rumah sini kaya-kaya ya, tapi kok seperti tidak berpenghuni,” tanya agen Brigent.

“Mereka orang kaya, rumahnya bukan di sini saja tapi di mana-mana,” sergah salah seorang satpam.

Penjual bakso dan petugas satpam komplek menjadi sahabat. Akhirnya penjual bakso ini dipersilahkan berjualan di area komplek. Beberapa berputar di sekitar rumah target dan menunggu, tidak nampak penghuni rumah yang keluar.

Menjelang sore nampak perempuan tua keluar dari rumahnya. Seketika itu juga penjual bakso ini menawari bakso, tapi tidak digubrisnya. Akhirnya penjual bakso menghubungi rekannya untuk mengawasi orang tua yang keluar dari rumah.

Di tempat mangkalnya, tiba-tiba mata penjual bakso terbelalak melihat mobil mewah keluar dari rumah tersebut. Seketika ia menghubungi anggota lainnya untuk segera mengikutinya.

Ambil Data

Ternyata mobil ini mengarah ke kantor Sujono. Untuk mendahului perempuan misterius ini, anggota Brigent Investigator lainnya sudah berada di lobi kantor Sujono dan sudah siap mengambil gambar.

Tidak beberapa lama, ternyata perempuan ini menuju restoram cepat saji yang berada di komplek perkantoran Sujono. Hanya beberapa menit saja Sujono sudah di lokasi tersebut.

Kedua insan berlainan jenis nampak mesra sekali. Kesempatan ini tidak disia-siakan anggota Brigent Investigator untuk mengambil gambar mereka berdua. Kemesraan berdua tanpa disadari telah diawasi anggota Brigent Investigator.

Akhirnya mereka berdua meninggalkan restoran cepat saji dan menunggu mobil di depan lobi. Tidak lama berselang mereka berdua sudah memasuki mobil. Arah mobil menuju mall di kawasan Pondok Indah.

Ternyata mereka berbelanja dan sangat mesra sekali seperti anak ABG berpacaran.  Saat mereka lengah anggota anggota Brigent Investigator mengambil gambar mereka berdua.

Akhirnya anggota Brigent Investigator meninggalkan mereka dan langsung ke kantor untuk membicarakan hasil penyelidikan.

Setelah sampai dikantor dan diperlihatkan foto-foto hasil penyelidikan, Brigent sangat puas dengan hasil anak buahnya.

“Saya kira apa yang diduga bu Ratna benar,” ungkap Brigent.

Seketika itu, Brigent menghubungi Ratna dan meminta besoknya ke kantor.

Pagi yang cerah, matahari menyingsing menyinari bumi. Nampak mobil mewah berada di depan kantor Brigent Investigator dan keluarlah Ratna menuju ruangan.

Resepsionis dengan senyum mempersilahkan menunggu sebentar, nampak wajah Ratna begitu cemas. Kemudian Ratna dipersilahkan masuk. Di ruangan sudah ada beberapa anggota Brigent Investigator dengan laptopnya.

“Selamat pagi Bu Ratna,” sapa anggota Brigent.

“Pagi,” sahut Ratna.

Salah satu anggota Brigent Investigator mempersilahkan Ratna untuk melihat foto-foto hasil penyelidikan. Ruangan yang tadinya sepi, tiba-tiba terdengar suara tangis Ratna.

“Dia selingkuh, saya minta cerai,” ungkap Ratna.

Dalam kondisi ini peran psikologi diperlukan untuk menenangkan hati Ratna. Selain itu, pihak Brigent Investigator juga menyiapkan pengacara bila diperlukan untuk membantu di pengadilan.

Menurut Yan Carolus, selain memberikan data pada klien, Brigent Investigator juga menawari pengacara untuk menyelesaikan kasusnya.

“Klien kami kebanyakan puas dari hasil kerja kami, “ ungkapnya sambil penutup pembicaraan.  

Share Button