April 21, 2018

Bos Mossad 100 Persen Yakin Iran Berupaya Bikin Bom Nuklir

Badan Intelijen Israel, Mossad


intelijen – Kepala Mossad Israel, Yossi Cohen, merasa yakin 100 persen bahwa Iran komitmen untuk berupaya membuat bom nuklir. Bos intelijen tersebut menyerukan masyarakat internasional untuk mengubah atau membatalkan kesepakatan nuklir Teheran tahun 2015.

Penilaian Cohen disampaikan dalam diskusi dengan para pejabat senior Israel tentang program nuklir Iran.

Cohen menyebut kesepakatan nuklir itu sebagai “kesalahan besar”. Menurutnya, kesepakatan nuklir memungkinkan Iran untuk menjaga elemen kunci dari programnya secara utuh dan akan menghilangkan hambatan lain untuk pembuatan bom nuklir dalam beberapa tahun.

“Kemudian Iran akan dapat memperkaya uranium yang cukup untuk gudang bom nuklir,” kata Cohen, yang ditirukan seorang peserta diskusi yang berbicara kepada media dengan syarat anonim karena menyangkut masalah keamanan.

Cohen juga mengkritik keputusan untuk mencabut sanksi terhadap Iran yang berdampak pada perkembangan rudal balistik jarak jauh Iran yang signifikan.

“Sebagai kepala Mossad, saya 100 persen yakin bahwa Iran tidak pernah meninggalkan visi nuklir militernya. Kesepakatan ini memungkinkan Iran untuk mencapai visi itu,” kata Cohen, seperti dikutip Fox News, Kamis (5/4/2018).

“Itulah mengapa saya percaya kesepakatan itu harus benar-benar diubah atau dibatalkan. Kegagalan untuk melakukannya akan menjadi ancaman besar bagi keamanan Israel.”

Analisis Cohen selaras dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada saat membujuk Presiden Donald Trump menegosiasikan perubahan pada kesepakatan nuklir Teheran.

Masalah nuklir Teheran telah memicu beberapa perdebatan di internal komunitas keamanan Israel, dengan beberapa suara masih meyakini kesepakatan nuklir Iran akan menunda negara itu untuk mengembangkan bom pemusnah massal.

Israel dan Iran adalah musuh bebuyutan. Negara Yahudi itu telah mengidentifikasi Teheran sebagai ancaman utamanya, karena memiliki program nuklir dan kerap mengumbar retorika permusuhan.

Dalam wawancara baru-baru ini, pejabat militer Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa dia tahu tidak ada pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir oleh Teheran. Kendati demikian, pihkanya akan mengamati dengan seksama dan menganggap Iran dapat beroperasi secara diam-diam.

“Jika niatnya berubah, kita akan tahu. Sekarang perjanjian, dengan semua kesalahannya, bekerja dan menunda realisasi visi nuklir Iran 10 hingga 15 tahun,” ujarnya.

Share Button

Related Posts