October 18, 2018

Bos Hizbullah Ledek Israel: Krisis Tentara Tempur, Zionis Bakal Kalah

Pemimpin Kelompok Militan Hizbullah, Hassan Nasrallah. (Photo: Hassan Al-Zein)


intelijen – Pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah meledek Israel dengan menyatakan bahwa rezim Zionis sedang krisis tentara tempur. Menurutnya Israel akan kalah jika berperang lagi melawan Lebanon.

Komentar itu disampaikan dalam pidato untuk menandai setahun pembebasan perbatasan Suriah-Lebanon dari pendudukan kelompok ISIS dan Jabhat Al-Nusra. Data soal krisis tentara tempur yang dialami rezim Zionis itu diklaim berasal dari ombdusman Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

“Tentara Israel telah berkembang secara signifikan, tetapi tidak dapat menghindari kekalahan,” kata Nasrallah.

Menurut bos Hizbullah, sekitar 44.000 tentara Israel dirawat oleh psikiater pada tahun lalu. “Musuh Zionis sedang mengalami krisis dalam perekrutan tentara tempur,” katanya.

“Studi Zionis menunjukkan bahwa sebagian besar tentara lebih suka mendaftar di unit non-tempur. Pemuda (Israel) tidak akan mengorbankan diri. Studi juga menunjukkan bahwa para tentara merasa sulit untuk mengatasi kurangnya kepercayaan antara mereka dan para perwira,” lanjut Nasrallah, seperti dikutip The Jerusalem Post, Senin (27/8/2018).

“Tentara ini belum meluncurkan kampanye (militer) baru sejak 2006,” imbuh Nasrallah.

Dalam pidatonya, dia menuduh Amerika Serikat selalu campur tangan untuk mencegah tentara Lebanon memerangi organisasi teroris. Menurutnya, siapa pun yang mengalahkan ISIS di Suriah adalah orang yang berperang melawan kelompok teroris tersebut, dan bukan orang Amerika.

“Setiap kali ISIS sedang sekarat, helikopter tempur Amerika datang untuk menyelamatkannya,” ujarnya.

Nasrallah juga menuduh Barat mendalangi serangan senjata kimia untuk menyerang Suriah dan memilih untuk tetap diam dalam menghadapi kejahatan terhadap anak-anak di Yaman.

Dia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan pada negara-negara Teluk jika Jabhat Al-Nusra dan ISIS menang di Suriah dan Irak.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett menanggapi ledekan Nasrallah via Twitter.

“Nasrallah telah menghabiskan 20 tahun mengubah desa-desa Lebanon menjadi pangkalan peluncuran roket melawan Israel, tetapi masyarakat Lebanon sekarang mengerti bahwa desa-desa ini telah menjadi perangkap kematian bagi mereka,” tulis Bennett.

“Nasrallah membanggakan bahwa dia adalah ‘pembela Lebanon,’ tetapi telah menjadi penghancur Lebanon demi kepentingan asing; Iran, sementara dia tidur di bunker. Mereka yang telah menguji Israel di masa lalu telah menemukan bahwa ‘ini (Israel)seperti seekor singa’,” lanjut Bennett.

Share Button

Related Posts